Home Parigi Moutong

Pemda Parimo Tutup Seluruh PETI

14
BERI KETERANGAN - Wakil Bupati Parimo Badrun Nggai, saat diwawancara Wartawan usai Rapat koordinasi Forkompinda, Senin 1 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parigi, Metrosulawesi.id – Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Badrun Nggai menegaskan, seluruh aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayahnya ditutup.

“Hasil rapat koordinasi Forkompinda hari ini (kemarin,red) memutuskan untuk menutup seluruh PETI yang ada di Parimo,” katanya kepada wartawan usai mengikuti rapat Forkompinda di ruang rapat Ketua DPRD Parimo, Senin 1 Maret 2021.

Badrun mengatakan, hasil rapat tersebut rencananya akan dilaporkan langsung kepada gubernur Sulteng.

Badrun mengatakan, pihaknya akan membuat surat edaran untuk 23 kecamatan. Isinya memerintahkan agar seluruh camat menjaga wilayahnya masing-masing dari aktivitas PETI.

“Apabila ada penambang ilegal di wilayahnya segera ditindak lanjut untuk diberhentikan. Jika hal ini kita tidak laksanakan, maka akan berdampak kepada kita juga,” ujar Badrun.

Kini kata Badrun, aktivitas PETI yang ada di Parimo tidak ada istilah lagi ditutup sementara, tetapi ditutup total sampai menunggu proses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Di tanya terkait pemodal yang ada di PETI Buranga, Badrun mengatakan, untuk hal itu pihaknya membicarakan lagi kepada Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polres Parimo.

“Intinya itu tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Badrun.

Badrun menambahkan, dari hasil kesepakatan rapat koordinasi dengan Forkompinda Parimo, bahwa pihak TNI dan Polri terus mengawasi PETI yang ada di Parigi Moutong.

“Kami dari pemerintah daerah akan terus proaktif dalam mengurus seluruh masalah yang ada. Dan kami terus berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri untuk terus mengawasi itu,” tutup Badrun.

Reporter: Zulfikar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas