Home Sulteng

dr. Komang: Vaksin Bagi Guru di Sulteng Masih Dikoordinasikan

15
dr I Komang Adi Sujendra. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Sulawesi Tengah ikut berupaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang menyasar para tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan serta lansia. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr Komang Adi Sujendra, mengungkapkan saat ini pelaksanaannya masih dikooridinasikan dengan kabupaten/kota.

“Saya masih koordinasikan dengan para kepala dinas kesehatan kabupaten/kota,” ungkap Adi Sujendra,  Senin, 1 Maret 2021.

Dia mengatakan Sulteng telah diberikan jatah vaksin untuk para guru dan tenaga kependidikan serta lansia mencapai 4.300 botol vial. Selain itu, jatah vaksin yang diberikan akan disuntikkan untuk petugas pelayanan publik, termasuk para wartawan.

“Kemarin kami sudah distribusikan vaksin ke daerah-daerah. Pelaksanaannya dikasih waktu sampai Juni 2021. Kami di provinsi sudah menyiapkan vaksinator,” ucap Adi Sujendra.

Adi Sujendra meneyebutkan vaksinasi tenaga kesehatan tahap kedua di daerah ini juga masih terus berjalan. Tahap pertama telah mencapai 90 persen dan tahap kedua sudah sekitar 70 persen.

“Jadi nakes yang belum mengikuti vaksinasi karena sakit makanya baru mau menerima vaksin,” tandasnya.

Terkait pelaksanaan vaksin untuk guru, Presiden Jokowi berharap bisa menjadi harapan agar pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada semester II 2021..

“Guru kita berikan prioritas agar nanti di awal semester II pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan,” ujar Presiden setelah meninjau vaksinasi guru di SMAN 70 Jakarta sebagaimana disaksikan secara virtual di Jakarta, Rabu 24 Februari 2021.

Presiden menargetkan pada Juni mendatang vaksinasi bisa dilakukan terhadap 5 juta guru atau tenaga pendidik, sesuai target.

“Sehingga Juli saat ajaran baru semua bisa berjalan normal kembali,” kata Presiden.

Pemerintah saat ini tengah melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang ditujukan bagi lansia dan pekerja di sektor pelayanan publik mencakup guru, tokoh agama, atlet, pedagang pasar, petugas pelayanan publik, pekerja sektor pariwisata, wartawan, aparat keamanan, wakil rakyat, pejabat negara hingga pejabat daerah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas