Home Ekonomi

BPS Sulteng: Luas Panen Padi Turun 4,32%

12
PANEN PADI - Kepala BPTP Sulteng, Fery Fachrudin Munier, didampingi sejumlah pejabat saat mengikuti panen padi sawah varietas padjajaran agritan oleh Poktan Jamba Kelurahan Pengawu, Kota Palu, Senin, 15 Februari 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatatkan luas panen padi pada tahun 2020 sebesar 178,07 ribu hektar atau mengalami penurunan sebanyak 8,03 ribu hektar (4,32 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 186,10 ribu hektar.

“Pada 2020 tidak mengalami pergeseran dibanding 2019, yaitu pada bulan Oktober. Puncak panen padi mencapai 27,03 ribu hektar pada tahun 2019 dan 26,40 ribu hektar pada tahun 2020,” kata Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk, Senin (1/3/2021).

Sementara itu, lebih lanjut ia menyebutkan untuk luas panen padi pada Januari 2021 mencapai 9,62 ribu hektar. Sedangkan, khususnya potensi panen sepanjang Februari hingga April 2021 diperkirakan seluas 59,08 ribu hektar.

“Dengan demikian, total potensi luas panen padi pada subround Januari-April 2021 mencapai 68,70 ribu hektar, atau mengalami kenaikan sekitar 14,00 ribu hektar (25,61 persen) dibandingkan subround Januari-April 2020 yang sebesar 54,70 ribu hektar,” sebutnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil Survei KSA realisasi produksi padi pada 2020 sebesar 792,25 ribu ton gabah kering giling (GKG) yang juga mengalami penurunan sebanyak 52,65 ribu ton atau 6,23 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 844,90 ribu ton GKG.

“Jika dilihat terjadi penurunan produksi padi pada seluruh subround yaitu Januari-April, Mei-Agustus dan September-Desember 2020. Masing-masing sebesar 8,02 ribu ton GKG (3,14 persen), 1,15 ribu ton GKG (0,45 persen) dan 43,49 ribu ton GKG (12,92 persen) dibandingkan subround yang sama pada 2019,” ujarnya.

Dijelaskan, jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2020 sebesar 465,24 ribu ton. Di mana terlihat mengalami penurunan sebanyak 30,92 ribu ton atau 6,23 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 496,16 ribu ton.

“Potensi produksi padi pada subround Januari-April 2021 diperkirakan sebesar 301,83 ribu ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 54,33 ribu ton atau 21,95 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 247,50 ribu ton GKG,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas