Home Palu

4.591 Guru di Palu akan Divaksin

15
Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Sesuai harapan Wali Kota Hadiyanto Rasyid, dan Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A.Lamadjido, vaksinasi kepada para pendidik (guru) dan tenaga kependidikan segera dilaksanakan. Setelah itu akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, melalui ponselnya, Senin, 1 Maret 2021.

“Terkait vaksinasi itu sekarang ini kami sementara persiapkan, dengan berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan, sebab  mereka yang akan menyiapkan sarana vaksin tersebut,” kata Ansyar.

Olehnya itu kata Ansyar, bisa saja dalam bulan ini vaksinasi dilaksanakan sesuai protap Dinas Kesehatan Kota Palu.

“Untuk jumlah yang divaksin sebanyak 4.591 orang Guru se-Kota Palu, dan data ini kami sudah serahkan  ke Dinkes Palu, karena dari kesehatan yang siapkan vaksin dan proses pelaksanaannya, sebab ini tanggungjawab mereka,” ujarnya.

Ansyar berharap, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar bersiap-siap dan ikhlas mengikuti vaksinasi.

“Karena dengan adanya vaksinasi ini maka keinginan kita untuk membuka pembelajaran tatap muka segera bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Disdikbud Provinsi Sulteng, Irwan Lahace mengatakan, bahwa pelaksanaan vaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan di Provinsi Sulteng masih menunggu giliran atau juknis dari pemerintah pusat, karena pemberian vaksinasi ini secara nasional dilakukan.

“Artinya jika melihat kondisi jumlah guru di Indonesia cukup banyak mencapai ribuan, maka tentunya pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap sesuai protap dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan,” kata Irwan.

Menurut Irwan, sasaran pertama yang akan divaksin itu sesuai informasi itu tenaga pendidik dan kependidikan di jenjang PAUD dan SD, sebab di jenjang ini memiliki siswa usia dini sehingga cukup rawan jika terpapar Covid-19. 

“Tetapi yang pasti semua guru dan tenaga kependidikan akan divaksin baik itu dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, namun pelaksanaan vaksinasi ini yang bertahap,” ujarnya.

Irwan mengatakan, setelah tenaga kesehatan divaksin memang sasaran selanjutnya ke dunia pendidikan, sebab yang dikahwatirkan itu jangan sampai terjadi klaster baru di pendidikan, karena di sekolah ini kebanyakan aktivitasnya berkumpul.

“Sesuai arahan pak Presiden kemarin, sekolah itu sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021, namun dengan catatan semua sudah mendapatkan vaksin,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas