Home Donggala

Tambang PT PMB Diduga Masuk Jalur Hijau

21
ILUSTRASI - Kegiatan pertambangan. (Foto: Dok. Djunaedi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Beberapa hari lalu longsor besar terjadi di wilayah Dusun Pangga Kelurahan Kabonga Besar atau tepatnya di lokasi galian C milik PT Perdana Matra Bumi (PMB).

Longsor menyebabkan seluruh badan jalan trans Palu-Donggala tertutup material. PT PMB diduga menjadi penyebab utama terjadinya longsor besar itu.

Mantan anggota DPRD, Namrud Mado yang dihubungi Minggu (28/2/2021) mengatakan, lokasi PT PMB masuk dalam jalur hijau Donggala.

“Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pada waktu itu telah disepakati bahwa jalur tambang hanya sampai pada wilayah lima Loli,” kata Namrud.

Dijelaskan, dalam pembahasan Perda RTRW pada waktu itu telah disepakati bahwa jalur tambang hanya sampai pada wilayah lima Loli. Sedangkan wilayah Pangga Kelurahan Kabonga adalah jalur hijau.

Ditambahkan mantan wakil ketua DPRD Donggala ini Perda tersebut belum ada perubahan. Sebab jika ada perubahan, pasti akan melalui tahap pembahasan di DPRD.

“Sampai masa jabatan saya berakhir tahun 2019, kalau perubahan sepertinya tidak ada. Kalau mau diubah itu harus lewat pembahasan di DPRD dengan membentuk pansus lagi,” katanya.

“Saya prihatin dengan masuknya perusahaan tambang di jalur hijau. Sudah sangat jelas di dalam Perda RTRW kawasan itu masuk jalur hijau. Kita juga lalu heran kenapa bisa ada tambang masuk,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Bamperda DPRD Donggala, Muh Nur tidak mengetahui mengenai RTRW tambang apakah masuk dalam pembahasan prolegda tahun 2019.

“Saya belum tau itu apakah kawasan Kabonga Besar masuk kawasan hijau,” ujarnya saat dihubungi Minggu (28/2/2021).

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas