Home Hukum & Kriminal

Kelompok MIT Poso Mulai Melemah

27
Irjen Pol Abdul Rakhman Baso. (Foto : Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Operasi Madago Raya untuk Mengembalikan Kepercayaan

Palu, Metrosulawesi.id – Pasca kontak tembak antara personel TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Madago Raya, dengan Kelompok Sipil Bersenjata Poso, Pimpinan Ali kalora, di Kampung Muara, Dusun Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Selasa 23 Februari 2021, Tim Satgas Madago Raya, terus memburu kelompok tersebut.

Hal itu disampaian oleh Kapolda Sulteng Irjen PolAbdul Rakhman Baso, kepada awak media di sela-sela kegiatan Family Gathering bersama Jurnalis, Sabtu 27 Februari 2021.

Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, juga mengatakan bahwa pihaknya meminta kepada masyarakat di wilayah setempat, untuk tidak lagi membantu kelompok ini, baik memberi informasi maupun membantu kebutuhan logistik dan memantu bahan makanan.

“Tidak usah lagi takut dengan kelompok ini, karena saat ini kondisi mereka melemah, terutama dari aspek logistik bahan makanan. Mereka ini kan banyak meminta kepada masyarakat dengan cara paksa, kalau tidak mereka teror masyarakat,” tegasnya.

“Saya berharap, semua pihak agar sama-sama berperan mencegah kelompok ini tidak bertambah di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Kabupaten Poso,” tambahnya.

Orang nomor satu di Polda Sulteng itu juga mengatakan, untuk jumlah DPO MIT Poso yang diburu oleh Satuan Tugas gabungan TNI-Polri dengan sandi Operasi Madago Raya, saat ini masih tersisa sebanyak 11 orang.

“Kita selalu berupaya supaya mereka tidak bertambah, baik simpatisan dan sebagainya bisa kita kurangi dalam kegiatan deradikalisasi yang dilakukan dalam operasi Madago Raya,” katanya.

Sehingga, katanya, dalam pelaksanaan Operasi Madago Raya, tidak hanya perburuan terhadap terduga DPO kelompok MIT Poso tersebut, namum ada upaya pencegahan.

“Operasi Madago Raya bukan semata-mata hanya mengejar bagaimana DPO segara tertangkap, tetapi bagaimana juga mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada aparat dan pemerintah, sehingga tidak mendukung dari pada kelompok-kelompok tersebut, dan saat ini banyak masyarakat yang membantu,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas