Home Pendidikan

Vaksinasi Guru dan Tenaga Kependidikan Sulteng Tinggal Menunggu Giliran

20
Irwan Lahace. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Pelaksanaan vaksinasi untuk pendidik (guru) dan tenaga kependidikan di Provinsi Sulawesi Tengah masih menunggu giliran atau juknis dari pemerintah pusat, karena pemberian vaksinasi ini akan dilakukan secara nasional.

“Artinya jika melihat kondisi jumlah guru di Indonesia cukup banyak, mencapai ribuan. Maka tentunya pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap sesuai protap dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan RI,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, melalui ponselnya, Kamis, 25 Februari 2021.

Menurut Irwan, sasaran pertama yang akan divaksin itu sesuai informasi tenaga pendidik dan kependidikan di jenjang PAUD dan SD, sebab di jenjang ini memiliki siswa usia dini, sehingga cukup rawan jika terpapar Covid-19.  

“Tetapi yang pasti semua guru dan tenaga kependidikan akan divaksin baik itu dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, namun pelaksanaan vaksinasi ini yang bertahap,” ujarnya.

Irwan mengatakan, setelah tenaga kesehatan divaksin memang sasaran selanjutnya dunia pendidikan, sebab yang dikhawatirkan itu jangan sampai terjadi klaster baru di pendidikan, karena sekolah merupakan tempat aktivitas dan berkumpul.

“Sesuai arahan Pak Presiden kemarin, sekolah itu sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021, namun dengan catatan semua sudah mendapatkan vaksin,” ungkapnya.

Irwan memastikan, guru dan tenaga kependidikan yang berada di bawah naungan pihaknya dapat mengikuti pelaksanaan vaksinasi, sebab tujuan pemerintah sangat baik, yakni untuk melindungi masyarakat dan meminimalisir jangan sampai ada klaster baru di dunia pendidikan.

Sementara itu, Plt Sekretaris Disdikbud Palu, Ambotuwo mengaku, telah menerima surat edaran dari Kemenkes RI untuk meminta data kepegawaian maupun guru untuk mengikuti vaksinasi, karena yang divaksin dulu ini guru, setelah itu ASN, TNI, Polri.

“Kemungkinan besar pelaksanaan vaksinasi dimulai Maret, olehnya itu kami berharap para guru tidak ragu untuk disuntik vaksin. Selama ini juga tenaga kesehatan dan pejabat lainnya aman-aman saja divaksin, saya berharap janganlah percaya dengan informasi hoax,” ujarnya.

Bahkan kata Ambotuwo, pelaksanaan vaksinasi ini lebih cepat lebih bagus, sehingga sudah bisa dilaksanaan pembelajaran tatap muka sesuai harapan semua tenaga pendidik.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas