Home Palu

Posko Tutup, Fokus Awasi Lingkungan

17
POSKO - Suasana pemeriksaan kesehatan pada Posko Covid-19 Pelabuhan Taipa. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Melalui beberapa pertimbangan, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Palu pada 1  Maret 2021 akan menutup Pos Perbatasan Pemeriksaan Kesehatan Covid-19. Namun hal itu tidak mengurangi pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Palu.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Palu, Ilham Arsyad melalui sambungan ponselnya Kamis, 25 Februari 2021.

“Jadi penutupan Pos Perbatasan memang sudah kesepakatan hasil rapat Tim Satgas Covid-19 mulai 1 Maret,  tapi bukan berarti tidak  ada pengendalian Covid-19. Jadi strateginya menurut saya adalah dengan ditutupnya Posko Perbatasan itu berarti kita harus memperkuat hilirnya, di lingkungannya atau menjaga lingkungan sekitar kita,” kata Ilham.

Apa yang harus  dijaga, kata Ilham, yaitu keluar masuknya orang di lingkungan itu dengan melakukan pendataan dengan benar.

“Kita harus inventarisir orang yang keluar masuk di lingkungan kita. Dan memang sekarang sudah terbentuk Satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan kelurahan, ini yang harus bekerja maksimal. Tapi lebih di hilir lagi yaitu tingkat RT, yang lebih tahu mobilisasi warganya,” jelasnya.

“Yang kedua orang yang disinyalir ODP dan OTG itu harus diketahui RT,  sehingga bisa melakukan pengawasan secara maksimal. Jadi sekarang kita memperkuat sistem  hilirnya,  tingkat RT/RW,” jelasnya lagi.

Ilham mengungkapkan pihaknya akan lebih memperkuat Satgas Covid-19 tersebut, khususnya pada tingkat RT/RW.

“Jadi sesungguhnya Satgas Covid-19 sejak awal  sudah terbentuk di tingkat kelurahan, tinggal kita akan memperkuat kembali, sehingga bisa lebih intens melakukan pengendalian Covid-19  di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

“Seperti sekarang ini, kita tahu bersama bahwa angka positif Covid-19 di Kota Palu ini sudah menurun di Februari,  dan ini harus kita apresiasi,  karena ini lebih banyak merupakan jerih payah dari Satgas Covid-19 kelurahan,” jelasnya. 

Ilham  pun mengaku bersyukur atas kerjasama semua pihak, angka positif Covid-19 di Kota Palu periode Februari menurun.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan itu, dan ini patut diapresiasi, di antaranya Satgas Covid-19 lebih melakukan pengawasan, penegakkan prokes di tingkat masyarakat. Selain itu, masyarakat sudah mulai sadar untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya secara mandiri, dan juga kalau kita lihat kerumunan massa baik itu pesta atau sejenisnya pada Februuari ini tidak ada. Kita paturt bersyukur akan hal ini,” kata Ilham lagi.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas