Home Hukum & Kriminal

Polda Sulteng Sita Aset Pelaku Narkotika Senilai Rp 10 M

35
Direktur Resnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Aman Guntoro, saat memberikan keterangan dalam gelar tersangka danbarang bukti, di Mapolda Sulteng. (Foto: Dok. Polda Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng kembali torehkan tinta emas penanganan tindak pidana narkotika di Sulawesi Tengah.

Kali ini keberhasilannya dalam menangkap Narkoba jeni Sabu-sabu seberat 250 gram di Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Agustus 2020 lalu, dan juga mengungkap terjadinya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Aman Guntoro, pada pelaksanaan Konferensi Pers, Kamis 25 Februari 2021, di Mapolda Sulteng.

Direktur Resnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Aman Guntoro mengungkapkan, penangkapan pada tanggal 6 Agustus 2020 lalu, dari rumah N (26) di Tatanga, Kota Palu sebanyak 250 gram setidaknya menyeret nama DSN (46) warga BTN lasoani Indah blok F2 dan ABS (45) warga jalan Kerajalemba, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

“Tersangka N sempat buron dan berhasil ditangkap pada akhir Januari 2021 yang lalu, dari keterangan N inilah bahwa sabu 250 gram diperoleh dari DSN dan ABS,” ucapnya.

Kombes Pol Aman Guntoro menuturkan dari hasil penyidikan ABS terungkap aset milyaran rupiah yang diduga merupakan hasil kejahatan narkotika dan telah dilakukan penyitaan yaitu berupa 2 unit home stay di Palu, 1 unit rumah mewah di Citra Land Palu, 1 unit rumah dan 1 unit gudang di Kabupaten Sigi, 3 unit dump truck serta 3 unit kendaraan jenis APV, Honda Jazz dan Avansa dengan total kurang lebih Rp 10 Milyar.

“Terhadap tersangka N dan DSN dijerat dengan UU Narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun sampai hukuman mati dan denda maksimal Rp 10 Milyar, sementara tersangka ABS selain dijerat UU narkotika penyidik melapis dengan UU TPPU dengan ancaman 20 tahun dan denda Rp 10 Milyar,” pungkasnya.

Reporter: Djunaedi, Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas