Home Sulteng

TPKD Juga Tangani Stunting

14
Kamal Ariansyah. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Kamal Ariansyah, mengungkapkan Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) juga akan menangani masalah stunting di daerah ini.

“Bersamaan nanti ditangani karena di dalam tim dari berbagai OPD (organiasi perangkat daerah),” ungkap Kamal kepada Metrosulawesi, baru-baru ini

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan janin hingga anak usia 2 tahun. Dalam jangka pendek, kekurangan gizi akan menyebabkan gangguan kecerdasan, tidak optimalnya ukuran fisik tubuh, serta gangguan metabolisme.

Olehnya TPKD yang didalamnya turut perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai salah satu OPD terkait akan dimaksimalkan dalam penanggulangan stunting. Total ada 13 OPD bagian dari TPKD yaitu Dinkes, Dinas ESDM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kemudian Dinas Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik, Dinas Cipta Karya dan Sumberdaya Air Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang dulu dikenal Dinas Pertanian.

Dalam suatu kesempatan, Gubernur Sultebg H Longki Djanggola mengungkapkan salah satu target pembangunan berkelanjutan tahun 2025 yaitu angka stunting menurun hingga 40 persen.

“Saya mengajak OPD beserta mitra kerja untuk berperan menyukseskan program terobosan dalam rangka penanggulangan dan percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah,” ungkap gubernur.

Kata gubernur, pemerintah juga telah mencanangkan program intervensi pencegahan stunting terintegrasi yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga. Pada 2018, ditetapkan 100 kabupaten di 34 provinsi sebagai lokasi penurunan stunting.

Untuk Sulawesi Tengah, kabupaten yang jadi lokus stunting tahun 2018 yaitu Kabupaten Banggai. Tahun ini Kabupaten Parigi Moutong dan tahun depan Kabupaten Morowali dan Sigi.

“Lewat kerjasama lintas sektor, saya harapkan dapat efektif menekan prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah, sehingga dapat memenuhi target tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2025 yaitu angka stunting menurun hingga 40 persen,” tandas Longki.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas