KUNJUNGAN KE IMIP - Suasana pertemuan antara Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rusli Baco Dg Palabbi dan rombongan (kanan) bersama jajaran manajemen PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) di Morowali, Rabu 24 Februari 2021. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Fasilitasi Pengembangan Jalan Nasional di Morowali

Morowali, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengusulkan tiga proyek besar prioritas tahun 2022 kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Termasuk pengembangan jalan nasional di Morowali.

Khusus untuk pengembangan jalan nasional di Morowali sudah disinggung oleh Wagub Sulteng, H Rusli Dg Palabbi saat berkunjung ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) di Morowali, Rabu 24 Februari 2021.

Wagub mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pengembangan jalan nasional di Kabupaten Morowali khususnya di Kecamatan Bahodopi guna mendukung keberlangsungan industri yang ada di wilayah itu.

“Bapak gubernur sudah mengirim surat ke Kementerian PUPR. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada respons dari pak menteri di Jakarta,” kata Wagub saat berdialog dengan jajaran manajemen PT IMIP di Morowali.

Menurut Wagub, belum lama ini Gubernur Longki Djanggola atas nama Pemprov Sulawesi Tengah telah mengirim surat kepada Kementerian PUPR di Jakarta untuk meminta dukungan terkait pengembangan jalan nasional di Kabupaten Morowali tersebut.

Dalam dialog tersebut, Wagub turut didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Syaifullah Djafar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Sstu Pintu (DPMPTSP), Christina Sandra Tobondo dan Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Zainal Abidin Ishak.

Dalam dialog tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Syaifullah Djafar mengatakan, pengembangan jalan nasional di Kabupaten Morowali tersebut difokuskan di Kecamatan Bahodopi hingga ke batas Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Ya betul, kami sudah mendapat laporan soal seringnya terjadi kemacetan di jalan nasional khususnya yang melintas di depan kawasan industri PT IMIP akibat kondisi lebar badan jalan yang sudah tidak memadai,” katanya.

Menurut Syaifullah, pihaknya berharap dalam waktu dekat sudah ada respon positif dari Kementerian PUPR, sehingga dimungkinkan pada pertengahan tahun ini, pengembangan jalan nasional tersebut sudah mulai bisa dikerjakan.

Syaifullah mengatakan, dari hasil pengamatan pihaknya di jalur jalan nasional di Kecamatan Bahodopi, ada dua titik paling krusial yang perlu penanganan segera. Yakni di Desa Fatufia tepatnya yang berada di depan kawasan industri PT IMIP dan jalur jalan di pendakian Desa Bete-bete.

“Kami akan melakukan penilaian dari dua titik itu mana dulu yang paling prioritas dikerjakan, karena tidak mungkin sekaligus sebab anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” ujar Syaifullah.

Khusus titik jalan yang berada di depan kawasan industri PT IMIP, kata Syaifullah, pihaknya juga akan melakukan kajian apakah akan melebarkan badan jalan, pembuatan jalur underpass atau flyover.

Atas penjelasan tersebut, pihak manajemen PT IMIP menyatakan terima kasih dan akan mendukung sepenuhnya rencana tersebut.

Usai dialog, di akhir kunjungannya, rombongan Wagub Sulteng berkeliling kawasan industri PT IMIP untuk melihat secara langsung operasional pabrik (smelter) yang memproduksi berbagai produk baja nirkarat berbahan baku nikel untuk tujuan pasar internasional.

Sehari sebelumnya pada Rapat Koordinasi Gubernur se-Sulawesi dan Provinsi Nusa Tenggara Barat secara virtual, Selasa 23 Februari 2021, Pj Sekdaprov Mulyono mengusulkan tiga proyek besar yang menjadi prioritas tahun 2022 kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Yaitu pengelolaan terpadu usaha mikro kecil dan menengah, pemulihan pascabencana, dan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk Industri 4.0,” Sekdaprov mewakili kata Gubernur.

Gubernur menyampaikan usulan proyek baru dalam mendukung proyek besar prioritas Sulteng tahun 2022 tersebut, di antaranya penyusunan studi dan perencanaan pembangunan jalan tol Tambu—Kasimbar yang terletak di Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong (Parimo).

Jalan tol itu dilengkapi dengan pembangunan pelabuhan kapal feri dan politeknik perikanan di Desa Tambu, Donggala yang dapat melayani arus barang dari perairan Halmahera Barat melalui Teluk Tomini menuju Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parimo dan Tambu lalu ke Ibu Kota Negara (IKN) yang baru melalui pelabuhan feri. Waktu tempuh pelabuhan feri di Tambu ke IKN baru mencapai 8 jam. Juga penyusunan studi dan perencanaan pembangunan jembatan Halimun yakni jembatan yang terpadu dengan sumber energi listrik arus laut Selat Kalumbatan yang menghubungkan antara Sambiut Kabupaten Banggai Kepulauan dan Lokotoy Kabupaten Banggai Laut (Balut).

Pelabuhan Banggai dapat menjadi pelabuhan penghubung menuju Kabupaten Kepulauan Sula dan Taliabu di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara serta Bandara Baru Banggai Kabupaten Balut. Selain itu pembangunan jalan nasional Baturube, Kabupaten Morowali Utara ke Kolonodale melalui jantung Sulawesi yang dapat melayani poros Morowali Utara dan Morowali menuju Sultra, terpadu dengan jalan Provinsi Poros Kolonodale -Tayawa Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) dan Poso. (rad/ant)

Ayo tulis komentar cerdas