Home Parigi Moutong

SAR Gabungan Masih Evakuasi Korban Longsor Tambang Emas Ampibabo

30
LOKASI LONGSOR - Kapolres Parimo bersama rombongan saat berada di lokasi longsor tambang emas Desa Buranga, Ampibabo, Kamis (25/2/2021) dini hari. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id Upaya pencarian terhadap penambang emas yang tertinbun longsor di areal penambangan emas tanpa izin di Dusun Sina’a, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terus dilakukan, tim SAR gabungan, Kamis 25 Pebruari 2021.

Proses evakuasi terhadap para korban dilakukan SAR gabungan  yang terdiri dari unsur Basarnas, Polri, TNI dan masyarakat ini, dilakukan Rabu (24/2/2021) malam hingga Kamis dini hari.  

Keterangan yang diperoleh Metrosulawesi.id di lokasi, Kamis dini hari tadi, sekitar pukul 04.00 WITA,  tim SAR gabungan kembali  menemukan tiga orang korban yang tertimbun.

Namun, akibat tanah yang masih labil dan menghisap, serta adanya longsor di sekitaran penemuan lokasi jenazah, terpaksa evakuasi tidak dapat dilanjutkan.

Para korban yang berhasil di evakuasi petugas dan warga, selanjutnya dilarikan ke Puskemas setempat untuk dilakukan perawatan. Korban yang mengalami luka ringan tetap dirawat di puskesmas, sedangkan korban yang mengalami luka berat dilarikan ke RSUD Anuntaloka. Parigi.

‘’Alhmadullilah, anak saya sudah pulang setelah mendapat perawatan di puskesmas. Anak saya hanya luka lecet saja,’’ ujar ayah korban Rahman Efendy, sembari menambahkan, sebagain penambang  yang mengalami luka ringan diperbolehkan pulang.

Sejak Rabu malam,  di lokasi kejadian tampak sejumlah kendaraan yang bersiaga, seperti Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tim Inafis, dan sejumlah mobil ambulans.

Kapolres Parimo, AKBP Andi Batara Purwacaraka, kepada sejumlah media mengatakan, korban yang tertimbun longsor tersebut belum bisa di evakuasi, selain situasinya gelap, juga disebabkan banyaknya air menggenangi lubang tersebut.

‘’Petugas yang dibantu warga yang ada di lokasi berupaya melakukan pertolongan dengan cara menguras air yang menggenangi lubang pertambangan tersebut, guna memudahkan proses evakuasi,’’ jelas Andi Batara, Kamis dinihari.

Sebelumnya dikabarkan, Rabu (24/2/2021) sekitar pukul 18.15 WITA, longsor terjadi di sebuah lokasi penambangan emas tanpa izin di Dusun Sina’a, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Belum diketahui data pasti berapa jumlah korban yang masih terjebak material tanah dan batu tersebut. Warga setempat memperkirakan, ada sekitar 300 penambang liar yang beroperasi di tambang emas ilegal tersebut. (*/zul)

Ayo tulis komentar cerdas