MONEV - Kadisdikbud Palu, H. Ansyar Sutiadi, saat melakukan monitoring dan evaluasi di salah satu sekolah di Palu, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD, Yabidi, kembali melakukan monitoring dan eveluasi (monev) di beberapa sekolah di Palu. Monev kali ini terkait program digitalisasi sekolah.  

“Belum lama ini saya monev di tiga sekolah yakni SDN Donggala Kodi, SD Alkhairaat 1 Palu, dan SD Bina Insan. Selain memastikan program digitalisasi sekolah, saya juga melihat pengadaan dan pemanfaatan Kelas Digital,” kata Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Ansyar mengapresiasi para kepala sekolah yang telah berhasil dalam memanfaatkan bantuan Kemendikbud RI dalam pemanfaatan pengadaan Kelas Digital. Olehnya itu dia berharap hal itu juga dapat dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di setiap sekolah.

“Alhamdulillah bantuan fasilitas pengadaan Kelas Digital sudah dimanfaatkan oleh para pendidik dan tenaga kependidikan, dalam hal pemanfaatan akun pembelajaran yang dikucurkan Kemendikbud RI, ini perdana bagi mereka menggunakan Kelas Digital,” ujarnya.

Menurut Ansyar, saat ini sudah ada lebih dari 20 sekolah yang telah memanfaatkan bantuan Kemendikbud RI melalui BOS Kinerja dan Afirmasi untuk pengadaan kelas digital di masing-masing sekolah sebagai bentuk impelementasi digitalisasi sekolah.

“Saat ini sudah ada lebih dari 20 sekolah yang memiliki perangkat digital, ada yang sudah lengkap, ada yang masih dalam tahap pengadaan, semoga ini segera diimpelentasikan agar dapat dimanfaatkan oleh para guru dan tenaga pendidikan, bahkan oleh para peserta didik untuk meningkatkan mutu dan pendidikan di sekolah,” ungkapnya.

Ansyar mengungkapkan, karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 maka pembelajaran masih dilakukan secara jarak jauh oleh peserta didik, karena itu Kelas Digital yang telah terbentuk di sekolah diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para guru dalam meningkatkan kompetensinya.

“Jika semua guru sudah mampu memanfaatkan, bisa saja nanti target kita menjadi sekolah digital yang bukan hanya satu kelas, melainkan semua kelas memanfaatkan digital. Akan tetapi karena menyiapkan alat digital ini membutuhkan anggaran, maka saat ini kita siapkan satu kelas per sekolah dulu,” jelasnya.

Kata Ansyar, penyiapan kelas digital itu sesuai dengan kemampuan dana dan ketersedian sumber daya manusia dalam mengelola kelas tesebut.

“Yang diharapkan menggunakan Kelas Digital di masa pandemi saat ini adalah tenaga pendidik (guru), dalam rangka peningkatan kompetensi dan kapasitas dirinya,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas