Home Pendidikan

PPDB 2021 Masih Terapkan Sistem Zonasi

18
Muchlis. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – MekanismePenerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun ini tetap merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 dan akan ditindaklanjuti dengan peraturan daerah atau keputusan Gubernur. 

Demikian dikatakan, Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Muchlis, melalui ponselnya, Rabu, 24 Februari 2021.

Sekarang ini kami bersama dengan para pengawas, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) masih merancang peraturan tersebut,” ungkap Muchlis.

Muchlis mengatakan, pada dasarnya mekanisme PPDB SMA tahun ini masih menggunakan sistem zonasi, tidak ada perubahan.

“Terkait tata cara pelaksanaannya karena masih dalam masa pandemi, kami akan selaraskan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, tidak mungkin nanti dari pemerintah minta terapkan PPDB daring, tetapi kebijakan dari level bawah maunya luring. Olehnya itu kebijakan ini akan kami selaraskan dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Muchlis berharap, PPDB tahun ini berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan, dan semua peserta didik terutama yang berada di zonasinya bisa terakomodir.

Muchlis juga menyingung soal Asesmen Nasional (AN) yang menurutnya mekanisme pelaksanaan AN itu sudah disoalisasikan di beberapa tingkatan, termasuk oleh LPMP dan di Disdikbud Sulteng. 

“Namun saya mendapatkan surat dari Direktorat Kemendikbud RI yang menangani AN, Insyaallah pada 25-27 Februari akan ada rapat di tingkat nasional, melalui pertemuan itu akan kita lihat perkembangannya, tentunya hasil dari pertemuan itu nantinya akan menjadi rujukan kami,” ujarnya.

Muchlis mengatakan, Asesmen Nasional ini rencananya dilaksanakan September, dan tujuanya adalah untuk mengukur kemampuan literasi dan karakter.

“Jadi bukan untuk mengukur prestasi siswa kelas tiga, tetapi mengukur kinerja sekolah. Nanti hasil asesmen ini akan dijadikan dasar atau data nasional terkait dengan mutu pendidikan di Indonesia,” katanya.

Muchlis berharap dalam Asesmen Nasional itu sekolah melakukan apa adanya agar diketahui betul-betul seperti apa kondisi pendidikan di Indonesia, khususnya di Sulteng.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas