Home Parigi Moutong

Longsor Tambang Emas Ampibabo; 6 Meninggal, 16 Selamat, 1 Dalam Pencarian

25
EVAKUASI KORBAN - Petugas gabungan mengevakuasi salah satu korban longsor di areal tambang emas ilegal di Dusun 6 Soe, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Parimo, Kamis (25/2/2021). (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Jumlah sementara korban tertimbun longsor di areal tambang emas di Dusun 6 Soe, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) , Sulawesi Tengah, sebanyak 23 orang. Dari jumlah itu, 6 orang meninggal dunia, 16 selamat dan 1 orang masih dalam pencarian.

Upaya pencarian korban tertimbun lonsgor di hari pertama, Kamis (25/2/2021),  petugas gabungan yang melibatkan Polri dari Polres Parimo, Sat Brimob Polda Sulteng, tim Basarnas dan BPBD Parimo, serta masyarakat setempat.

Kapolres Parimo, AKBP Ando Batara Purwacaraka, mengungkapkan, evakuasi di hari pertama, tim gabungan mengevakuasi tiga jenazah. Ketiga jenazah tersebut dibawa ke puskesmas Ampibabo.

ALAT BERAT – Pencarian korban tertimbun longsor di areal tambang emas Desa Buranga menggunakan alat berat eksavator. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

‘’Alhamdulillah, setelah di evakuasi ke puskesman, pihak keluarga korban sudah mengambilnya untuk selanjutnya dimakamkan pihak keluarga masing-masing,’’ ungkap Kapolres  kepada sejumlah wartawan, di posko pencarian korban longsor  di Desa Buranga, Kamis siang.

Menyangkut jumlah korban, Andi Batara menuturkan, dari hasil pedataan baik dari pihaknya maupun pihak Basarnas dan BPBD Parimo disepakati  sebanyak 23 orang. Rinciannya  yang selamat 16 orang, kemudian yang meninggal dunia 6 orang, dan 1 orang dalam pencarian.

“Petugas masih melakukan pencarian lantaran  masih ada keluarga korban yang mengatakan, keluarga mereka belum ada pulang sejak terjadi longsor di tambang tersebut.” Ujar Kapolres Parimo.

BERI KETERANGAN – Kapolres Parimo AKBP Andi Batara Purwacaraka, memberikan keterangan kepada sejumlah media di posko pencarian korban longsor tambang emas ilegal. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Kapolres menambahkan, evakuasi masih terus dilakukan bersama tim yang ada, dan sesuai dengan SOP dari tim SAR, kegiatan evakuasi tersebut dilaksanakan selama 7 hari.

“Kami berharap sebelum itu juga kita sudah menemukan korban dan berharap jika masih ada keluarga korban yang juga belum pulang ke rumah, kami berharap agar pihak keluarga segera melaporkan di posko yang ada di lokasi kejadian,” tutup Kapolres. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas