Home Parigi Moutong

Ketua DPRD Parimo Sebut PETI Jadi Dilema

15
Sayutin Budianto. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)
  • Sebagian Masyarakat Bekerja di PETI

Parimo, Metrosulawesi.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto mengungkapkan, pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Parigi Moutong menjadi dilema atau sulit menentukan pilihan. Sebab, kata dia pada satu sisi sebagian masyarakat menggantungkan hidupnya pada PETI.

Sebelumnya Sayutin Budianto ingin membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengusut PETI yang dikhawatirkan merusak lingkungan. Sambil menunggu pembentukan pansus, dia mengimbau, agar seluruh stakeholder untuk memikirkan kegiatan PETI di wilayah Parigi Moutong.

“Saya mengimbau agar seluruh stakeholder untuk memikirkan kegiatan PETI di wilayah Parigi Moutong,” kata Sayutin Budianto, di Parigi Rabu, 24 Februari 2021.

Menurutnya, bahwa pihaknya sudah berulang kali melakukan rapat dengar pendapat bahkan telah bertemu Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) agar PETI diselesaikan di tingkat provinsi. Sebab pertambangan adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Kami sudah berkali kali rapat, bahkan melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Parigi Moutong untuk mencari solusi dari PETI ini,” terangnya.

Sayutin mengatakan, semua unsur baik pemerintah daerah, seluruh stakeholder, elemen masyarakat dan pemerhati lingkungan harus bersatu padu memikirkan permasalahan tersebut. Sebab, tambang ada juga manfaatnya buat masyarakat, tetapi di sisi lain karena ilegal akan berdampak buruk bagi masyarakat.

“Menjadi dilema karena sebagian masyarakat mencari nafkah menggantungkan hidupnya di situ. Sementara di sisi lain dampaknya sangat tidak baik bagi masyarakat. Ini yang harus dipertegas untuk dibicarakan bersama,” tutup Sayutin.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas