Home Parigi Moutong

DPRD Parimo Minta Seluruh Tambang Ilegal di Parimo Ditutup

17
BERI KETERANGAN - Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, saat memberikan keterangan kepada pers, Kamis (25/2/2021). (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id Longsor yang terjadi di areal penambangan emas illegal di Dusun 6 Sue, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, Rabu (24/2/2021) malam, kembali mengundang wakil rakyat di DPRD Parimo  angkat bicara.

Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto,  kembali menegaskan,  mengenai Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Parimo  itu sudah jelas, yakni meminta pemerintah daerah beserta aparat penegak hukum untuk menutup seluruh pertambangan ilegal yang ada di Wilayah Parigi Moutong.

‘’Soal penutupan PETI ini sebenarnya sejak Desember 2019 silam, dirinya tengah mengeluarkan dua rekomendasi. Salah satunya untuk menutup semua PETI yang ada di Wilayah Parigi Moutong,’’ tegas Sayutin kepada sejumlah wartawan, usai meninjau langsung lokasi tambang illegal di Desa Buranga, Kamis (25/2/2021) siang.

EVAKUASI – Petugas gabungan saat mengevakuasi korban tertimbun longsor di tambang emas ilegal di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Parimo, Kamis (25/2/2021). (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Dikatakan Sayutin,  bercermin dengan insiden di tambang ilegal Buranga, DPRD Parimo menegaskan meminta kepada pemerintah daerah untuk menutup seluruh ruang – ruang pertambangan Ilegal yang ada di kabupaten Parigi Moutong.

Selain mendesak dilakukan penutupan tambang illegal, lanjut Sayutin, pihaknya juga meminta aparat untuk mengusut tuntas siapa di balik dari pertambangan Ilegal yang ada di Wilayah Parimo.

‘’Siapa pemodal tambang itu, dan harus bertanggung jawab atas kejadian yang menelan korban jiwa. Ini harus dilakukan agar tidak lagi terjadi peristiwa naas yang menimpa warga,’’ pungkas Sayutin. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas