Home Sulteng

Cuaca Buruk, Angkutan Laut Harus Waspada

16
Sumarno. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam beberapa hari terakhir, cuaca buruk melanda hampir semua wilayah Sulawesi Tengah. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng mengingatkan jasa angkutan laut harus waspada.

“Untuk kapal laut kita ingatkan waspada ombak dan gelombang tinggi serta angin kencang,” ungkap Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dishub Sulteng, Sumarno, Rabu, 24 Februari 2021.

Sumarno merincikan jalur perairan yang perlu diwaspadai diantaranya laut Selat Makassar, Banggai, Banggai Kepulauan, sampai Teluk Tomini. Terlebih saat ini lalu lintas angkutan laut masih cukup favorit bagi masyarakat Sulteng.

“Tapi memang dari otoritas kalau sudah ada ramalan cuaca gelombang tinggi tidak akan diberi zin untuk berlayar. Izin berlayar hanya diberikan saat cuaca bagus demi keselamatan penumpang dan awak kapal,” ucapnya.

Dia mengatakan saat ini kapal-kapal yang beroperasi juga sudah dilengkapi alat pembaca cuaca. Alat dimaksud bisa menguatkan ramalan cuaca yang dikeluarkan pihak Syahbandar setempat.

Untuk antisipasi, kapal-kapal disebut telah menyediakan sarana pertolongan seperti pelampung atau life buoy dan peralatan keselamatan lainnya. Sebab apabila hal ini tidak terpenuhi tak bisa mendapat izin berlayar.

Untuk angkutan darat dikatakan Sumarno, cuaca buruk secara umum tidak berdampak terhadap aktivitas perusahaan otobus (PO). Saat ini PO antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) tetap melayani pelaku perjalanan darat.

“AKDP dan AKAP tidak meningkat dan tak menurun, masih beroperasi secara normal,” ujar Sumarno.

Sejumlah PO AKDP juga mulai kembali mengalihkan perjalanan menjadi angkutan orang. Itu karena pasca pandemi Covid-19 pada Maret 2020, beberapa PO terpaksa beralih menjadi angkutan barang karena menurunnya pelaku perjalanan.

“Sekarang sudah kembali tapi masih multi fungsi. Jadi saat penumpang kurang, kalau ada barang yah dimuat. Itu untuk menutupi biaya operasional,” tuturnya.Sumarno menambahkan pihaknya terus mengimbau PO dan penumpang agar senatiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Penampung dan supir bus harus memakai masker.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas