Arief. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebagian siswa SMP Negeri 6 Palu saat ini masih terkendala jaringan paket data internet untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Olehnya itu Kepala SMPN 6 Palu, Arief, memutuskan PJJ dilaksanakan menggunakan dua metode yakni daring dan luring.

“Jadi bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas internet (paket data), maka tentunya belajar secara luring orang tua siswa datang ke sekolah untuk mengambil buku pembelajaran,” kata Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Kata Arief, cukup banyak peserta didiknya yang memiliki fasilitas HP Android namun tidak memiliki paket data, sehingga tidak dapat mengikuti PJJ secara daring.

“Pembelajaran tetap berjalan seperti biasa, daring dan luring. Tetapi memang untuk daring kendalanya tetap ada, saat ini peserta didik banyak yang terkendala karena tidak ada paket data untuk melaksanakan PJJ daring, yang mengikuti daring hanya peserta didik yang mampu dan memiliki paket data saja,” ujarnya.

Meski demikian kata Kepsek  Arief, pembelajaran tetap berjalan dengan baik, dengan melakukan PJJ secara luar jaringan (luring), para peserta didik tetap aktif mengikuti pembelajaran, dengan mengerjakan tugas-tugas dan tetap menggunakan bahan ajar yang telah diberikan Guru secara luring.

“Alhamdulillah, masih berjalan lancar, luringnya lancar, peserta didik tetap mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, setiap minggu orangtua datang untuk mengambil dan mengantarkan kembali tugas-tugas tersebut,” katanya.

Saat ini kata Arief, para peserta didik dan guru masih menunggu untuk bantuan paket kuota pendidikan gratis dari pemerintah melalui Kemendikbud RI, pihaknya berharap bantuan tersebut segera dikucurkan.

“Kami tetap mengharapkan bantuan kuota gratis Kemendikbud RI, semoga segera dibagikan, agar proses pembelajaran daring sudah bisa diiikuti oleh banyak peserta didik,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas