Home Nasional

Hari Ini Rakernas IAI Dimulai

9
Martig Sevon. (Foto: Istimewa)
  • Diikuti 100 Peserta Regional dan Nasional

Palu, Metrosulawesi.id – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Arsitek Indonesia di Kota Palu dibuka hari ini. Sehari menjelang pelaksanaan, panitia terus mempersiapkan penyelenggaraan di Best Western Coco Plus Hotel Palu.

Koordinator Opening Ceremony Martig Sevon mengatakan, rakerna akan diikuti 100 orang peserta dan 15 orang peserta dari IAI pusat dan regional.

“Mereka semua akan tiba di Palu besok (hari ini, red),” kata Martig.

Selama rakernas berlangsung, panitia juga akan memamerkan sekitar 10 karya para arsitek Sulawesi Tengah yang merupakan anggota IAI.

Sebelumnya diberitakan, Rakernas IAI di Kota Palu merupakan agenda tahunan namun sempat mengalami penundaan karena pandemi Corona.

Koordinator Opening Ceremony Martig Sevon MP,IAI mengatakan, penyelenggaraan rakernas awal sebelum masa pandemic rutin dilaksanakan setiap setahun sekali, mengingat banyak sekali isu-isu yang harus dibahas di skala Nasional apalagi dalam situasi dengan segala keterbatasan pandemi seperti sekarang ini.

“Banyak hal yang harus diselesaikan dan disepakati bersama diseluruh Indonesia para Arsitek seluruh Indonesia yang bernaung dibawah Ikatan Arsitek Indonesia,” kata Martig.

Dipilihnya Kota Palu sebagai tempat penyelenggaraan rakernas, kata Martig merupakan suatu keputusan yang ditetapkan saat Rakernas sebelumnya awal tahun 2019 di Ternate.

“Dan saat tahun 2020 Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah saat pandemic melanda terjadi penundaan hingga akhirnya tahun 2021 diputuskan pelaksanaan Rakernas Ikatan Arsitek Indonesia tetap dilakukan di kota Palu,” ujarnya.

Tambah Martig, penyelenggaraan rakenas dilaksanakan dengan system Hybrid–Luring & Daring dan dijadwalkan pada tanggal 24,25 dan 26 Februari 2021 bertempat di Hotel Best Western Plus Coco Palu dengan tema “Arsitek, Kota dan Resiliensi”.

Kata Martig, acara Webinar (Hybrid Luring & Daring) dengan tema Manajemen Kebencanaan untuk Arsitek, mengingat peristiwa bencana alam seperti terjadi tanggal 28 September 2018 di Palu, Sigi dan Donggala serta yang baru terjadi di tahun 2021 di Sulawesi Barat.

“Sudah sepatutnya para arsitek mengambil peran yang strategis dalam proses pascabencana, tidak hanya pemulihan infrastruktur yang hancur namun juga dapat merespon kebutuhan kenyamanan dan keamanan bagi mereka yang terdampak langsung dari bencana alam tersebut,” bebernya.

Oleh karena itu para Arsitek Indonesia dituntut memiliki pengetahuan dan kemampuan Resiliensi Arsitektur. Dengan Webinar (Hybrid Luring & Daring) “Managemen Kebencanaan untuk Arsitek” yang diselenggarakan dalam suatu rangkaian acara pembukaan Rakernas IAI pada tanggal 24 Februari 2021 ini diharapkan bisa menambah wawasan dan informasi terkait kebencanaan.

Panitia sudah menyiapkan sejumlah narasumber pada Webinar yaitu Ir Diana Kusumastuti (Dirjen Cipta Karya), Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dan Prof DrI r Amar Ali, ST.,MT,IAI (Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Universitas Tadulako).

Secara paralel di hari dan tanggal yang sama juga dilaksanakan Webinar (Daring) Obrolan Heritage dengan tema “Menilik Kearifan Lokal Sulawesi Tengah” menghadirkan tiga narasumber yaitu Drs Iksam Djorimi, M.Hum (Arkeolog Sulawesi Tengah), Boy Bhirawa (Badan Pelestarian IAI Nasional), Dr Ir Fuad Zubaidi, ST.,MSc.,IAI (Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Tadulako).

Setelah dilakukan penutupan rakernas rangkaian acara pada tanggal 27 Februari 2021 dilanjutkan dengan kunjungan kebencanaan di kota Palu dan sekitarnya serta kunjungan wisata oleh peserta Nasional dan peserta luring lainnya.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas