Home Hukum & Kriminal

Proyek Fiktif, Penyidik Sita Mobil Mantan Kades

44
SITA MOBIL - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Poso menyitas satu unit mobil terkait dugaan proyek fiktif dana desa di Desa Katu Kecamatan Lore Tengah. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Poso akhirnya turun lapangan terkait dugaan proyek fiktif dana desa yang terjadi di Desa Katu Kecamatan Lore Tengah yang menyeret mantan Kades periode 2013 -2019 Ferdinand Lemonu.

“Tim Kejaksaan Negeri Poso setelah mendapat informasi adanya dugaan penyimpangan keuangan yang berasal dari Dana Desa akhirnya membentuk tim, dari hasil penyelidikan dan turun lapangan, maka diperoleh data telah terjadi kerugian keuangan negara yang bersumber dari Dana Desa yakni desa Katu Kecamatan Lore Tengah,” ujar LB Hamka SH MH, dalam konferensi pers di gedung Kejaksaan Poso, Senin 22 Februari 2021.

Dijelaskan Kajari, adanya kerugian negara setelah dilakukan cros cek lapangan sesuai mata anggaran penggunaan DD tahun 2019 desa Katu Kecamatan Lore Tengah, yakni kurang lebih 1 miliar anggaran DD, ada empat kegiatan proyek fisik, di antaranya pembangunan jembatan gantung sepanjang 35 meter dengan anggaran sebesar 318 juta, namun tidak dikerjakan alias fiktif.

Selanjutnya kata Kajari, pembangunan plat deuker anggaran 23 juta.

“Meskipun dikerjakan, namun tidak sesuai RAB dari mata anggaran, kemudian pembangunan pembangunan jalan rabat beton dengan anggaran sebesar 104 juta, proyek tidak dikerjakan, kemudian pembangunan jalan usaha tani sebesar 338 juta, namun proyek tidak dikerjakan, sehingga nilai kerugian negara sebesar 620 juta. Sementara sudah 20 orang saksi yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut.”

“Mereka yang dimintai keterangan umumnya yang mengetahui pengelolaan anggaran dana Desa Katu tahun 2019, seperti Pjs. Kepala Desa, Sekdes, Bendahara desa, Kepala BPD, sejumlah Ketua RT serta mantan Kepala Desa Katu Ferdinand Lumeno yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya dari hasil penelusuran di lapangan kata Kajari, akhirnya tim berhasil mengamankan satu unit kendaraan yang diduga merupakan milik tersangka yang dibeli dari hasil korupsi APBDes.

“Kendaraan dibeli di Luwuk dan saat ini barang bukti sudah disita, kemudian dari olah TKP, tim juga berhasil mengamankan puluhan juta dan telah disetor ke bank sebagai uang sitaan, tim masih terus melakukan pengembangan atas kasus yang menyeret mantan Kades Katu, mungkin saja ada tersangka baru selain  bersangkutan, kita tunggu saja penyelidikan nya kedepan,” ungkap Kajari Poso.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas