Home Palu

Wujudkan Sikap Toleransi, Inklusif, dan Pluralis Dalam Membangun Moderasi Beragama

19
PERTEMUAN - Kepala Kemenag Palu, Nasruddin L. Midu saat menyampaikan sambutan dihadapan penyuluh lintas agama, di Kantor Kemenag, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Palu menggelar pertemuan dengan kelompok penyuluh lintas agama Kota Palu belum lama ini. Pertemuan yang dilakukan di Kankemenag Palu itu membahas tentang implementasi moderasi beragama dan peningkatan disiplin penerapan protokol kesehatan melawan Covid-19.

Kepala Kemenag Palu, Nasruddin L. Midu, dalam sambutannya kembali menceritakan pengalamannya saat bertugas di Kabupaten Poso. Menurutnya, ada tiga konsep sikap keagamaan yang perlu diimpementasikan guna terwujudnya moderasi beragama.

“Berbicara mengenai moderasi, ada tiga konsep sikap keagamaan menurut saya dapat mewujudkannya, yakni sikap toleransi, inklusif, dan pluralis,” kata Nasrudin.

Sebagai mantan Kakankemenag di daerah yang pernah terjadi konflik yang mengatasnamakan agama, Nasruddin mengaku merasakan pentingnya ketiga sikap keagamaan tersebut.

“Olehnya itu perbedaan antar umat bukanlah suatu kesengajaan, melainkan merupakan sunatullah,” ungkapnya.

Selain itu, kata Nasruddin,  sesuai arahan Presiden Jokowi kepada Menag, moderasi beragama juga perlu dijabarkan dalam sub-sub tema ceramah, khutbah, maupun materi pendidikan keagamaan. Menag berharap program-program itu bisa dijalankan pada 2021 ini.

“Sementara terkait Instruksi Menag Nomor 1 tahun 2021 tentang peningkatan disiplin penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, para penyuluh agama merupakan tujuh pihak yang secara spesifik disebutkan di dalam isntruksi tersebut, dalam menerapkan dan menyosialisasikan prokes 5 M baik di lingkungan kerja maupun kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Nasruddin mengaku sangat bersyukur hingga saat ini progres yang dilakukan cukup signifikan, baik KUA dan penyuluh telah menyosialisasikan prokes 5 M di masjid-masjid lewat Safari Jumat.

“Insyaallah sosialisasi prokes 5 M ini akan terus berlangsung hingga Ramadan,” katanya.

Nasruddin mengimbau para penyuluh lintas agama agar dapat menyosialiassikan prokes itu di rumah-rumah ibadah lainnya.

“Melalui Bimas masing-masing agama kami akan menyampaikan surat edaran berkaitan dengan sosialisasi prokes ini,” ucapnya.

Hal ini, kata dia, merupakan bentuk kepedulian nyata Kemenag untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas