Home Palu

Prodi Antropologi Punya Aplikasi Siindona

10
PENGHARGAAN - Salah seorang dosen purnabakti saat menerima piagam penghargaan dari Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Untad, Dr Hj Nuraisyah Ambo (kanan). Penyerahan penghargaan rangkaian sosialisasi aplikasi berbasis website Siindona, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)
  • FISIP Untad

Palu, Metrosulawesi.id – Program Studi (Prodi) Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako (Untad) kini memiliki aplikasi berbasis website Sistem Informasi Dosen Antropologi (Siindona).

Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Untad, Dr Hj Nuraisyah Ambo M.Si, menjelaskan aplikasi tersebut dapat diakses melalui laman https://app.siindona.antropologiuntad.org. Laman dimaksud bisa diakses menggunakan komputer dan perangkat lainnya yang terhubung ke jaringan internet.

“Nantinya melalui website tersebut seluruh kegiatan Dosen-dosen Antropologi dapat terdata dengan baik,” ucap Nuraisyah, baru-baru ini.

Dia menambahkan sampai saat ini website Siindona masih dalam tahap pengembangan dan diharapkan dapat rampung agar segera termanfaatkan sebagaimana tujuan dan fungsinya. Siindona sendiri telah disosialisasikan kepada Dosen-dosen di lingkungan Prodi Antropologi, pada Kamis, 11 Februari 2021.

Sosialisasi yang dilaksanakan dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada dosen purnabakti diantaranya Prof Dr H Sulaiman Mamar MA, Dra Hj Nurhayati M.Si, dan Dr H M Munir Salham MA. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap mempedomani pencegahan virus corona (Covid-19).

Terkait pencegahan Covid-19, Dekan FISIP Untad, Prof Muhammad Khairil, telah mengingatkan upaya pencegahan dan penyebaran virus corona di lingkungan fakultas yang dipimpinnya. Hal ini diingatkan dengan mengeluarkan surat edaran Nomor: 945/UN28.1.13/OT/2021, pada Rabu, 17 Februari.

“Seluruh layanan yang sifatnya akademik wajib mematuhi protokol kesehatan,” ucap Khairil.

Protokol kesehatan yang dimaksud salah satu profesor termuda di Untad itu yakni wajib menggunakan masker di area FISIP, menjaga jarak dalam proses interaksi dan layanan akademik, serta senantiasa mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Prof Khairil menegaskan bagi mahasiswa yang tidak menggunakan masker maka tidak akan dilayani dalam proses layanan akademik. Dikatakan, bagi siapapun yang tidak mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan edaran Dekan FISIP  akan diberlakukan sanksi.

“Kami akan memberlakukan sanksi teguran dan sanksi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas