Home Palu

Kini, Bayar Paspor Bisa Via Aplikasi

8
LAYANAN PASPOR - Petugas Kantor Imigrasi Palu menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) dalam pelayanan paspor. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pelayanan permohonan sampai pembayaran paspor semakin dipermudah. Yang terbaru, pembayaran biaya pasopor kini bisa dilakukan melalui aplikasi Bukalapak. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Palu, Danil Rachman, Minggu, 21 Februari 2021.

Dia menjelaskan pembayaran melalui aplikasi tersebut bisa dilakukan dengan membuka Bukalapak. Selanjutnya klik fitur top-up dan isi pulsa. Pilih menu tagihan dan buka penerimaan negara.

“Lalu pilih jenis penerimaan negara dan pilih penerimaan negara bukan (PNBP),” ucap Danil.

Setelah itu, pilih pembuatan paspor atau perpanjangan paspor baru masukkan kode billing. Kemudian pilih metode pembayaran dan selesaikan pembayaran biaya paspor sesuai yang ketentuan.

“Kami harap layanan ini bisa dimanfaatkan pemohon paspor untuk kemudahan bersama,” tandas Danil.

Diketahui, pasca-pandemi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu kembali membuka pelayanan paspor untuk masyarakat umum sejak 15 Juni 2020. Danil mengungkapkan pelayanan paspor menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

“Untuk pelayanan paspor sudah dibuka untuk umum, hanya saja sekarang harus mendaftar di aplikasi APAPO (Aplikasi Pendaftaran Antrean Paspor Online), sehingga orang datang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ungkap Danil kepada Metrosulawesi, pada Juni 2020.

Saat itu ia katakan, dengan mendaftar via APAPO, tidak ada penumpukan pemohon paspor di kantor imigrasi. Para pemohon paspor wajib memakai masker, pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Adapun penyetopan layanan paspor Kantor Imigrasi Palu diberlakukan mulai 24 Maret 2020. Penyetopan pelayanan merupakan intruksi Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Saat penutupan itu, pelayanan paspor hanya disiapkan untuk keperluan mendesak seperti orang sakit yang tidak bisa ditunda penanganannya atas rujukan dokter akan menjalani perawatan di luar negeri atau petugas yang menangani pandemi virus corona.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas