Home Banggai Laut

Gelombang Pasang Terjang Rumah di Dua Desa

RUSAK - Sejumlah rumah di Banggai Laut rusak akibat hempasan gelombang pasang. (Foto: Metrosulawesi/ Purnomo Lamala)

Balut, Metrosulawesi.id – Gelombang pasang tak terbendung di pesisir Kabupaten Banggai Laut. Sejumlah rumah di Desa Matanga, Kecamatan Banggai Selatan dan Desa Lambako, Kecamatan Banggai terimbas hempasan air laut. 

Hempasan ombak membawa material pasir masuk ke rumah warga itu hingga porak-poranda, karena membelakangi lautan, sehingga tak terhindarkan ketika ombak melesat kencang ke bibir pantai, pasir dan air laut masuk ke dalam rumah warga.

Meski begitu, BPBD Banggai Laut dan Dinas Sosial belum turun ke Desa Matanga dan Lambako.

“Iya benar itu Dusun II. Tadi malam (Sabtu, 20/1) kami juga ada turun ke sana,” terang seorang warga Desa Matanga, Jisman Mangkona, Minggu (21/2/2021). 

Ia menjelaskan, gelombang tinggi mulai melanda pesisir Desa Matanga pada sore hari hingga pukul 22.00 Wita. Kondisi itu masih berlangsung hingga saat ini.

“Kita kena musim abrasi itu di musim angin Utara dan Tenggara,” tutur Ketua Karang Taruna Kecamatan Banggai Selatan itu.

Terpisah, Sekretaris Desa Matanga Sudarso mengatakan di Dusun 2 rumah yang terdampak, kemudian di Dusun 3 sebanyak 5 rumah.

“Dusun 1 yang banyak, mereka sudah ada yang mengungsi juga itu. Di dusun lain tidak mengungsi, tapi berjaga-jaga kalau ombak kencang dicegah pakai karung berisi pasir,” paparnya.

Di Dusun 1, kata dia, air laut hampir sampai di jalan desa, sehingga tidak hanya dapur yang rusak, tetapi hampir seluruh badan rumah. Sebelumnya menang telah terdapat tanggul dari karung berisi pasir, tetapi dibawa gelombang hingga ke Dusun 6.

“Sekarang Dusun 6 tidak setengah mati lagi isi pasir,” katanya. 

Sudarso juga mengonfirmasi bahwa BPBD Banggai Laut maupun Dinas Sosial belum turun ke desanya. Namun, aparatur Desa Matanga sedang menyusun laporan untuk diajukan Senin (22/2).

“Belum ada, tapu kita sementara bikin laporan ini,” ucapnya. 

Sejak awal masyarakat setempat tak mengira gelombang tinggi di musim Utara. Sebab, angin di pesisir Desa Matang tak bertiup kencang.

“Kalau angin tidak ada, tapi gelombangnya jadi dan air tinggi,” katanya.

Reporter: Purnomo Lamala
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas