Home Parigi Moutong

PETI Marak di Parimo, Polri Diminta Tidak Tutup Mata

14
Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, S.Sos. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto, cukup kesal dengan maraknya Pertambangan Illegal (Peti) di wilaya Parimo yang tak kunjung ditertibkan. Pasalnya, lokasi Peti itu begitu mudahnya dijangkau, sayangnya pihak yang berkompoten menertibkan itu terkesan tutup mata.

Sayutin kepada Metrosulawesi mengatakan, maraknya Peti itu sangat merugikan daerah. Selain tidak memberikan kontribusi berupa pajak/retribusi, Peti juga merusak alam. Disisi lain, para cukong yang menikmati keuntungan besar, termasuk pihak-pihak yang melindunginya.

“Saya sangat mendukung program gubernur Sulteng terpilih, Rusdi Mastura, yang menjadikan penertiban Peti sebagai program prioritasnya. Soalnya Peti sangat meresahkan dan merugikan masyarakat dan daerah,” tegas Sayutin, Kamis 18 Februari 2020.

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum Peti yang ada di wilayah Kabupaten Parimo disponsori oleh oknum-oknum tertentu, dimana oknum tersebut mendapat perlindungan dari pihak tertentu. Sayutin enggan menyebutkan namanya, tetapi dia menegaskan oknum itu namanya sudah beredar luas.

“Saya berharap kepolisian khususnya Polda Sulteng dan Polres Parimo segera menertibkan Peti yang ada di Sulteng, tertutama di Parimo, salah satunya di Desa Buranga,” tegasnya.

Sebagai kader Nasdem, Sayutin juga akan melaksanakan apa yang menjadi instruksi Ketua DPW Nasdem Sulteng, Atha Mahmud, agar seluruh fraksi Nasdem melaksanakan RDP (Rapat Dengar Pendapat) mengenai Peti tersebut.

“Kami fraksi Nasdem DPRD Parimo segera melaksanakan instruksi RDP tersebut dengan pihak terkait. Hasil dari RDP pastinya akan kami teruskan kepada DPW Nasdem Sulteng,” ujar Sayutin.

Karen itulah, Sayutin berharap kepolisian untuk membuka mata agar melakukan penertiban Peti tersebut.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas