Home Sulteng

22 Pelaku Usaha IKM Terima Sertifikasi Halal Gratis

8
PENYERAHAN - Kepala Dinas Perindag Sulteng, Richard Arnaldo, saat menyerahkan sertifikat halal pada salah satu pelaku usaha IKM, disaksikan oleh Ketua Satgas Layanan Halal Kanwil Kemenag Sulteng, H. Sofyan Arsyad dan Kadis Perindagkop Kota Palu, belum lama ini. (Foto: Humas Kanwil Kemenag)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Satgas Layanan Halal Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, Sofyan Arsyad mengungkapkan, harapan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sulteng untuk memiliki sertifikat halal secara gratis akhirnya terkabul. Sebanyak 22 orang pelaku usaha IKM menerima sertifikat halal yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng tahap I.

Penyerahan itu dilakukan oleh Kepala Dinas Perindag Sulteng dan Ketua Satgas Layanan Halal Kanwil Kemenag Sulteng di Aula Dinas Perindag Sulteng di Palu, belum lama ini.

Sofyan menyampaikan apresiasi kepada pihak Dinas Perindag Sulteng yang pada Tahun Anggaran 2020 memfasilitasi pembiayaan sertifikat halal bagi 50 IKM di daerah ini. Menurutnya, pelaku IKM patut bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada instansi yang telah membantu.

“Kita berdoa, Insya Allah 2021 ini jumlah IKM yang difasilitasi akan lebih bertambah lagi,” ujar Sofyan sembari mengutip potongan ayat Alquran tentang janji Allah kepada mereka yang bersyukur.

Sofyan mengatakan, salah satu bentuk kesyukuran adalah meningkatkan kualitas dan terus menjaga kehalalan produk.

“Saya berharap, pelaku usaha yang telah mengantongi sertifikat halal tetap menerapkan komitmen Sistem Jaminan Halal (SJH). Sebab bila saat sidak ditemukan penyimpangan, maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Kata Sofyan, masa berlaku sertifikat halal yang diterbitkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) adalah 4 tahun. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya berlaku dua tahun.

“Selain itu, setiap sertifikat halal dilengkapi dengan barcode yang seketika dapat menunjukkan identitas pemilik sah sertifikat. Sehingga bila terjadi pemalsuan segera ketahuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Sulteng, Richard Arnaldo, memberikan motivasi kepada pelaku IKM untuk memanfaatkan momentum penyerahan sertifikat halal sebagai peluang dan kesempatan.

“Jadikan sertifikat halal sebagai pemacu semangat untuk meningkatkan produksi. Sebab bila disandingkan dengan produk tanpa label halal, konsumen pasti lebih cenderung memilih produk yang berlabel halal. Hal ini dialami langsung oleh Kadis Perindang bersama isteri ketika melakukan kunjungan ke luar negeri. Setiap ingin belanja makanan, yang pertama dicari adalah label halal,” ujarnya.

Richard meminta, pelaku IKM untuk cerdas memanfaatkan sertifikat halal untuk sarana mempromosikan produk mereka di media sosial.

“Posting foto-foto produk anda, dan disampingnya pajang pula sertifikat halalnya,” kata Richard sembari memberikan tips.

Disamping itu Richard mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Sulteng dan pihak terkait lainnya atas dukungan dan kerjasama yang terjalin selama ini, sehingga program fasilitasi sertifikasi halal Dinas Perindag dapat berjalan dengan baik.

“Semoga hal ini menjadi amal baik yang bernilai pahala,” ungkapnya.

Selain 22 IKM fasilitasi Dinas Perindag Sulteng, pada acara yang turut dihadiri Kepala Dinas Perindag Kota Palu itu juga diserahkan sertifikat halal kepada pemilik usaha Mbok Sri yang mendaftarkan sertifikat halal produknya secara mandiri.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas