Home Donggala

FKMPD Ancam Laporkan Oknum Pengusaha ke Polisi

9
RUSAK - Tampak pengrusakan mangrove di RT 4, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, Donggala. (Foto: Istimewa)
  • Timbun Laut dan Merusak Mangrove

Donggala, Metrosulawesi.id – Forum Komunikasi Masyarakat Pesisir Donggala (FKMPD) dalam waktu dekat ini akan melaporkan ke penegak hukum dugaan pengrusakan ekosistem mangrove di RT 4, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa yang dilakukan oknum pengusaha inisial RAW.

Dugaan pengrusakan mangrove ini dilakukan dengan kegiatan penimbunan laut atau reklamasi pantai yang dilakukan oleh salah satu oknum pengusaha yang juga adalah warga Kelurahan Tanjung Batu. Penimbunan atau reklamasi pantai itu diduga digunakan untuk pembuatan dermaga pembongkaran ikan pribadi.

“Kami dalam waktu dekat akan melakukan pelaporan ke Polres terhadap kegiatan reklamasi pantai yang dapat merusak ekosistem pesisir utamanya habitat ekosistem mangrove di Kelurahan Tanjung Batu,” kata Ketua FKMPD Yuryanto, Selasa (16/2/2021).

Rustam. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

“Dugaan pengrusakan ini telah melanggar berbagai aturan yang telah menjamin kelestarian ekosistem mangrove baik di tingkat Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah dan tingkat nasional. Tingkat nasional ada Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 50 Tahun 2019 tentang Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Donggala, Buol, dan Tolitoli dan Perairan Sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Terpisah, Camat Banawa Rustam yang dikonfirmasi terkait pengrusakan mangrove mengatakan pihaknya telah memerintahkan Kasi Trantib untuk memanggil oknum pengusaha itu dan kemudian kemudian membuat janji bertemu di TKP.

“Kami sudah bertemu dengan oknum pengusaha, sebagai aparat pemerintah kecamatan saya memerintahkan memberhentikan aktivitas penimbunan di seputaran pantai,” sebut Rustam, Rabu sore kemarin di kantornya.

“Pengakuan oknum pengusaha Cuma mau buat jembatan kayu, Cuma kelirunya kenapa mangrove dirusak, kenapa lokasi pantai ditimbun, dia kasi lihat sertifikatnya , setahu saya yang namanya laut tidak boleh, kalau memang bersertifikat kenapa bisa sertifikat terbit di laut,” tutupnya.

Diketahui pada 9 Februari telah terjadi penimbunan (reklamasi) terhadap pantai di RT.4  Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa. Reklamasi dilakukan oleh warga berinisial RAW, seorang pengusaha di Kelurahan Tanjung Batu di lokasi itu akan dibangun  dermaga pribadi untuk pembongkaran ikan.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas