Home Palu

Akademisi IAIN Sarankan PJJ Dievaluasi

9
Arifuddin Arif. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Akademisi Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Dr. Arifudin M Arif, mengungkapkan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang saat ini diterapkan di sekolah pada masa pandemi Covid-19 perlu dievaluasi. 

“Tujuanya agar mengetahui masalah yang ada di lapangan. Karena sampai saat ini masalah evaluasi PJJ masih belum jelas, padahal ini menjadi poin penting untuk mengetahui kendala yang terjadi,” kata Arifudin, di Palu, belum lama ini.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya juga masih bingung apakah evaluasi itu sudah dilakukan atau belum. Padahal dari evaluasi tersebut nantinya bisa terpetakan apa saja kendala yang ditemukan dalam penerapan PJJ.

“Berdasarkan pengamatan saya selama ini, PJJ sangat tidak optimal baik aspek pencapaian kurikulum hingga aspek perkembangan sosial emosional peserta didik. Belum lagi jika berbicara persoalan keterbatasan kelengkapan fasilitas PJJ,” ujarnya.

Kata Arifudin, tidak semua orang tua peserta didik mampu menyediakan HP atau Laptop ke anak-anaknya termasuk jaringan internet. Sebab persoalan internet ini belum bisa mengcover seluruh wilayah Indonesia saat ini, khususnya Sulawesi Tengah.

“Untuk itu saya menyarankan agar semua pihak tidak terlalu larut dalam mempersoalkan SKB tiga menteri, terkait pengaturan berbusana di sekolah. Lebih baik energi dan pikiran difokuskan menuntaskan persoalan PJJ yang belum tuntas,” katanya.

Kata Arifudin, jauh lebih urgen persoalan PJJ ini dituntaskan dari pada masalah berbusana itu, bukan berarti dirinya mengatakan bahwa SKB tiga menteri tidak penting, namun yang lebih diproritaskan dulu adalah PJJ.

“Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk menuntaskan persoalan PJJ tentunya pertama dengan cara mendata setiap peserta didik, baik kelengkapan fasilitasnya maupun masalah yang dihadapi, sehingga ada solusi yang ditemukan, karena tidak semua peserta didik memiliki permasalahan yang sama,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, juga termasuk metode pembelajaran oleh guru, karena tidak sedikit peserta didik merasa bosan dan jenuh saat mengikuti PJJ. Bahkan banyak diantara mereka (peserta didik) hanya menyalakan HP atau Leptopnya saat virtual dengan gurunya, lalu ditingalkan.

“Banyak hal yang sebenarnya yang perlu diperbaiki disini. Olehnya perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh, agar PJJ ini bisa berjalan secara optimal, ingat ini tidak boleh main-main, karena hal ini menyangkut masalah pendidikan generasi bangsa,” imbuhnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas