Home Sulteng

Sulteng Ikut Program Kampung Hortikultura

9
Muhidin. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) ikut melaksanakan program kampung hortikultura berskala ekonomi yang digagas Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo. Program kampung hortikultura menyasar delapan kabupaten kota di wilayah Provinsi Sulteng.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, Ir Muhidin MM, mengungkapkan delapan kabupaten/kota tersebut yaitu Sigi, Donggala, Morowali, Tolitoli, Tojo Unauna, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Kota Palu. Kampung hortikultura fokus ke komoditas bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, sayuran daun, buah naga, manggis, durian, dan lainnya. 

“Khusus Kota Palu fokus komoditas bawang putih yang diusulkan di Salena, Kelurahan Buluri. Saat ini kalau untuk durian, Sulawesi Tengah sudah ekspor melalui Surabaya ke Jakarta,” ungkap Muhidin kepada Metrosulawesi, Selasa, 16 Februari 2021.

Dia menjelaskan program ini tidak hanya bertujuan untuk menggenjot produksi tetapi juga termasuk menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat meskipun di masa pandemi Covid-19.

Pemerintah disebut akan memberikan bantuan berupa bibit unggul, pupuk serta sarana pengendali OPT. Selain itu, akan diberikan pendampingan dan pembinaan mengenai penerapan good agriculture practice (GAP) dan good handling practice (GHP). Nantinya satu kampung hortikultura bisa dengan luas 10 sampai 20 hektare. Lahan tersebut disiapkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota.

“Nanti tiap satu kampung hortikultura akan mendapat bantuan minimal untuk 10 sampai 20 hektare. Kita berharap dengan adanya program ini dapat menciptakan sentra unggul komoditas hortikultura ke depannya, minimal untuk kebutuhan domestik,” ujar Muhidin.

Pelaksanaan kampung hortikultura akan menggandeng masyarakat yang terdaftar sebagai kelompok tani untuk penerima bantuan program ini. Sumber anggaran kampung hortikultura berasal dari APBN 2021 melalui Kementerian Pertanian RI yang dikelola tiga satker (satuan kerja).

“Tahun ini ada tiga satker yaitu satker pusat, provinsi, dan kabupaten khususnya Donggala,” ucap dia.

Muhidin menambahkan dalam hal menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja produktif, melalui program kampung hortikultura akan difasilitasi mendapat kredit usaha rakyat (KUR) bagi UMKM perorangan. UMKM dilibatkan dalam memasarkan hasil panen dari kampung hortikultura. Selain itu, kampung hortikultura juga bisa dijadikan kawasan agro wisata untuk meningkatkan pendapatan desa.

“Tentunya dengan terbentuk UMKM hortikultura bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja produktif,” tandas Muhidin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas