Home Donggala

Polisi Tetapkan Korban Lakalantas yang Meninggal Jadi Tersangka

33
Ipda Ali. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kasat Lantas melalui Kanit Laka Polres Donggala, Ipda Ali menegaskan, penetapan tersangka dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas pada 15 November 2020 di Tanjung Angin Desa Nupabomba Kecamatan Tanantovea sudah sesuai prosedur.

“Memang benar kami tersangkakan korban pengendara motor yang meninggal dunia atas nama Moh Fadel pada kecelakaan di Tanjung Angin 15 November kemarin,” kata Ali saat ditemui di ruang kerjanya Selasa, 16 Februari 2021.

Ali menjelaskan kronologis kecelakaan, termasuk proses penetapan tersangka. Menurutnya, dalam penetapan tersangka pihaknya sangat berhati-hati, walaupun pada awalnya pihaknya menetapkan sopir mobil sebagai tersangka.

Tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan dua saksi dan hasil gelar perkara di TKP (tempat kejadian perkara) bersama Wakapolres, diperoleh kesimpulan bahwa penyebab meninggalnya korban karena kelalaian pengendara motor. Mobil yang awalnya diduga sebagai penyebab meninggalnya korban tidak benar. Sebab mobil pengangkut bibit itu berada pada jalur yang benar.

“Awalnya tersangka sopir mobil pengangkut bibit, tapi berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan dua saksi rekan korban umar dan angga, kami lalu mentersangkakan almarhum Moh Fadel  sebagai pengendara motor,”sebutnya.

“Posisi motor dari arah Toboli, almarhum bersama dua rekannya Umar dan Angga makan lalampa di Toboli. Setelah makan Lalampa ketiganya melanjutkan perjalanan menuju Palu mengendarai motor masing-masing, di tengah perjalanan tepatnya Tanjung Angin almarhum melambung dua rekannya Angga dan Umar sedangkan garis jalan atau marka jalan lurus, artinya tak bisa melambung, nah karena melambung itu almarhum kaget liat mobil dari arah depan. Ia lalu rem dua kali, oleng lepas kendali, almarhum jatuh ke samping kanan arah mobil almarhum digilas, motornya ke arah ke kiri motor tidak rusak, almarhum kemudian dilarikan ke rumah sakit di Parigi. Cuma belum diketahui meninggalnya di perjalanan menuju rumah sakit atau meninggal dalam perawatan medis, sebab tak ada satupun yang mendampingi almarhum ketika dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Ditanya lambanya surat penetapan tersangka ke keluarga korban, Ali menjawab itu persoalan teknis saja, antara penyidik dan kejaksaan.

“Tidak ada P 19, kami koordinasi terus dengan kejaksaan, ini persoalan teknis saja sehingga lambat,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas