Home Sulteng

Dinas Pariwisata Terus Galakkan Sosialisasi Prokes CHSE

9
I Nyoman Sriadijaya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, I Nyoman Sriadijaya mengatakan, secara nasional program pariwisata masih terkait dengan penerapan protokol kesehatan yakni Cleanliness Health Safety dan Environment Sustainability (CHSE).

“Selain itu program selanjutnya yakni pemberian sertifikasi pelaku industri pariwisata yang telah menerapakn CHSE, pelaksanaan even nasional atau calender of events (CoE) untuk 2021. Bahkan fokus pada kunjungan wisata domestik dan menggerakkan sektor ekonomo kreatif, dan peningkatan kapasitas SDM, serta sertifikasi pelaku usaha dan promosi pariwista secara digital,” jelas I Nyoman, melalui ponselnya, belum lama ini.

Sebelumnya I Nyoman mengungkapkan, di tahun 2021 pemulihan sektor pariwisata masih akan dilakukan, sebab masa pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

“Maka dengan melihat kondisi dan situasi saat ini, sepertinya masih pada pemulihan kondisi pariwisita dengan terus mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan dengan Clean, Health, Safety, dan Enviromental Sustainability (CHSE),” kata I Nyoman.

“Olehnya itu semua pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pengunjung maupun penguna diharapkan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, sehingga kondisi pariwisata akan lebih pulih kembali,” ungkapnya.

I Nyoman mengatakan, tatanan kebiasaan baru dengan mengubah mainset dalam berperilaku hidup bersih dan sehat harus ditanamkan, sebab kedepan pola kegiatan akan lebih banyak secara virtual.

“Sehingga nanti promosi kita akan mengunakan digital marketing, bahkan pelaksanaan eventpun juga kita laksanakan secara virtual, dengan tujuan untuk meminimalisir terjadi kerumunan atau tingkat kunjungan yang berlebihan dalam situasi yang belum normal sekali,” ujarnya.

Selain itu, kata I Nyoman, dalam situasi pandemi Covid-19 bantuan dari pusat itu sebenarnya ada namun dari sisi sosialisasi protokol kesehatan dan CHSE.

“Hampir semua deputi di Kemenparekraf RI melakukan kegiatan yang sama di Sulteng, bahkan ada bantuan dana hibah yang diberikan kepada pelaku industri pariwisata khususnya yang ada di Kota Palu, karena tidak semua kota mendapatkan dana hibah untuk pemulihan sektor pariwisata,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas