Home Sulteng

Vaksinasi Nakes di Sulteng Capai 74 Persen

EVALUASI COVID - Pj Sekdaprov Sulteng H. Mulyono (tengah) didampingi Kadis Kesehatan Sulteng, I Komang Adi Sujendera dan Plt Karo Humas dan Protokol Moh. Haris mengikuti rapat monitoring dan evaluasi vaksinasi Covid-19 secara virtual, Senin 15 Februari 2021. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 tehap pertama bagi tenaga kesehatan di Sulteng telah mencapai 74 persen. Sementara untuk tahap kedua baru mencapai sekitar 13 persen.

“1-2 hari lagi akan diselesaikan semuanya,” lapor Pj Sekdaprov Sulteng H. Mulyono kepada Meteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti rapat monitoring dan evaluasi vaksinasi Covid-19 bersama kepala daerah secara virtual, Senin 15 Februari 2021. Sekdaprov didampingi Kadis Kesehatan Sulteng, dr. I Komang Adi Sujendera, Sp.PD dan Plt Karo Humas dan Protokol Drs. Moh. Haris.

Menkes pada kesempatan itu menyampaikan bahwa jadwal vaksinasi bagi lansia akan dipercepat setelah keluarnya Emergency Use Authorization (EUA) Sinovac untuk kelompok lansia oleh BPOM.

Dengan begitu vaksinasi bagi 21,5 juta lansia akan dilakukan bersamaan dengan 16,9 juta petugas publik yang keduanya dimajukan ke minggu ke-3 Februari 2021.

Menteri mewanti ke tiap pemda agar menjamin kesehatan dan keselamatan lansia selama penyuntikan berlangsung. Vaksinasi bagi kedua kelompok penerima ini ditarget menteri dapat tuntas pada pertengahan Juni 2021.

Adapun total kebutuhan vaksin bagi 38,4 juta penerima tahap 2 (lansia dan petugas publik) lanjutnya mencapai lebih dari 76 juta dosis dan sampai kuartal 1 telah tersedia sebanyak 22,6 juta dosis.

“Sisanya akan diperoleh Bulan April, Mei dan Juni,” jelasnya.

Sementara untuk mengejar target vaksinasi tahap dua maka menteri merekomendasikan 4 metode vaksinasi yaitu: di fasilitas kesehatan; di institusi masing-masing yang memiliki fasilitas kesehatan mandiri, misalnya bagi aparat TNI dan Polri; tersentralisasi atau di suatu lokasi yang dapat menampung banyak penerima; dan bergerak atau petugas datang ke tempat-tempat publik yang jadi sentra aktivitas publik.

Di bagian lain, Menteri Budi mengingatkan kepala daerah agar secepat mungkin menyelesaikan vaksinasi bagi tenaga kesehatan.

“21 Februari semua sudah (harus) selesai dengan dosis kedua,” tegasnya untuk menjangkau target 1,46 juta nakes tervaksinasi.

Sementara dari 300 ribuan nakes yang gagal vaksin kata menteri hanya sebanyak 86% yang dapat divaksin kembali.

Penyebab batalnya vaksin antara lain nakes pernah terkena Covid-19; menderita penyakit hipertensi; gangguan pernafasan dan berstatus ibu hamil. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas