Home Hukum & Kriminal

Suket Antigen Palsu Dihargai Rp200 Ribu

7
Kapolres Palu, AKBP Riza Faisal SIK. (Foto : Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Namanya Dicatut, Klinik Agung Lapor ke Polres Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Polres Palu terus menyelidiki kasus Surat keterangan (Suket) palsu hasil rapid antigen yang ditemukan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Manajemen Klinik Agung melaporkan kasus itu ke polisi karena merasa nama lembaganya dicatut.

Kapolres Palu AKBP Riza Faisal SIK, membenarkan bahwa pihak Klinik Agung, yang di catut namanya dalam Suket rapid antigen palsu itu, sudah membuat laporan ke Polres.

“Benar pihak klinik sudah membuat laporan pada ke kami, Polres Palu, pada Kamis 11 Februari 2021,” kata Kapolres menjawab pertanyaan Metrosulawesi, Ahad 14 Februari 2021.

Atas laporan itu kata Kapolres, pihaknya langsung meminta keterangan pelapor dan beberapa saksi.

“Satreskrim sudah lakukan pemeriksaan terhadap pelapor, terlapor dan sejumlah saksi, terkait kasus tersebut,” tambahnya.

Hari ini, Senin 15 Februari 2021, pihak Polres Palu akan melakukan gelar perkara kasus dugaan Suket Antigen tersebut. Penyidik juga akan memeriksa bebarap saksi tambahan.

“Sebelum pemeriksaan saksi tambahan, lebih dulu akan ada gelar perkara,” kata Kapolres.

“Nanti ada perkembangan lanjutan akan kami sampaikan. Yang jelas kami sudah menerima laporan dari Klinik Agung, terkait kasus tersebut,” tutup Kapolres.

Sebelumnya,, Kapolsek Palu Selatan AKP Dade Abdullah, kepada sejumalah wartawan Kamis 11 Februari 2021, di Mako Polsek Palu Selatan menjelaskan, terduga pelaku pemalsuan surat rapid yang diketahui berinisial FS itu beralamat di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

“Ada 18 dokumen rapid antigen diduga palsu, dan terduga pelaku FS memasang harga surat kesehatan palsu sebesar Rp200 ribu per orang dan menggunakan nama Klinik Agung pada kop surat rapid test antigen tersebut,” ucapnya.

Seperti diberitakan, suket antigen palsu diiketahui petugas memeriksa 18 siswa-siswi Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) yang akan berangkat melalui Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu pada Kamis 11 Februari lalu. Mereka terpaksa gagal terbang ke Jakarta karena kedapatan menggunakan suket tes rapid antigen Covid-19 palsu.

Petugas Kesehatan Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu mendapati sebanyak 18 siswa- siswi IPDN menggunakan suket tes rapid antigen Covid-19 yang diduga palsu untuk perjalanan ke Jakarta.

Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Ubaedillah mengatakan, pihaknya sudah melakukan pencegahan terhadap 18 calon penumpang dan dibawa ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian atas surat keterangan tes rapid antigen Covid-19. Kasus ini merupakan yang pertama didapatkan pihak bandara dan akan memperketat pegawasan dalam surat keterangan tersebut.

“Kasus ini merupakan yang pertama didapatkan pihak bandara. Kami akan memperketat pegawasan dalam surat keterangan tersebut,” katanya seperti dikutip dari laman okezone, Jumat 12 Februari 2021.

Sementara dr Lisdah, salah petugas KKP Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu mengatakan, saat dilakukan validasi data ternyata benar ke delapan belas siswa- siswi IPDN ini tidak terdaftar di klinik tersebut sehingga melaporkan ke pimpinan bandara untuk ditindaklanjuti.

Kasus ini akan dilaporkan ke kepolisian untuk menindaklanjuti dan menangkap oknum yang melakukan pemalsuan data surat keterangan tes rapid antigen Covid-19 untuk perjalanan antarprovinsi.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas