Home Nasional

Operasi PMI Berlanjut hingga Mei

25
TINJAU PENGUNGSI - Ketua PMI Provinsi Sulawesi Barat yang juga sebagai Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeny Anwar saat meninjau langsung kamp pengungsian terpadu PMI di Desa Botteng. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Operasi Palang Merah Indonesia (PMI) untuk wilayah terdampak bencana alam khususnya Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat akan tetap berlanjut hingga Mei 2021.

“Sejak awal terjadinya bencana gempa bumi, Palang Merah Indonesia (PMI) telah merespon cepat dengan ikut melakukan evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, pembangunan hunian darurat, dukungan psykososial, pemulihan hubungan keluarga, serta mendistribusikan air bersih kepada korban terdampak,” kata Ketua PMI Provinsi Sulawesi Barat, Enny Anggraeny Anwar belum lama ini.

Dikatakan, Meskipun pemerintah provinsi Sulawesi Barat telah mencabut masa tanggap darurat bencana (TDB) gempa. Akan tetapi, lanjut dia, PMI masih terus beroprasi dan memberikan bantuan serta pelayanan kepada para penyintas hingga bulan Mei 2021 mendatang.

“Kepada para penyintas atau korban terdampak yang saat ini mengungsi tidak perlu khawatir karena PMI masih ada di sini untuk memberikan berbagai bantuan dan pelayanan kepada kita sekalian hingga pada bulan Mei mendatang,” kata Enny sapaan akrabnya, saat meninjau kemp pengungsian terpadu PMI di Desa Botteng.

Enny menambahkan, operasi kemanusiaan yang dilakukan PMI mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, khususnya Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) sehingga pihaknya akan terus menyalurkan berbagai bantuan yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

“Bantuan yang disalurkan PMI tidak hanya sebatas kebutuhan pokok masyarakat seperti sembako saja. Namun, ada juga berbagai jenis bantuan lainnya yang didistribusikan untuk ratusan kepala keluarga yang terdampak bencana di Desa Botteng. Ini sebagai bentuk kepedulian PMI yang akan terus hadir di tengah para penyintas untuk meringankan penderitaannya,” ujarnya menambahkan.

Hingga saat ini PMI masih terus memberikan berbagai pelayanan kepada para penyintas seperti layanan kesehatan, program dukungan psikososial, penyaluran air bersih, hingga pelayanan pemulihan hubungan keluarga. Selain itu, PMI juga menyediakan layanan hotline via telpon dan whatsapp bagi masyarakat yang ingin bertanya mengenai pelayanan yang ada di PMI atau informasi seputar gempa Sulbar dengan menghubungi di nomor 0853-1545-9537.

“Masih banyak bantuan yang akan diberikan PMI untuk warga yang terdampak bencana gempa bumi ini, maka dari itu masyarakat diimbau untuk tetap bersabar karena PMI masih ada dan jangan sungkan untuk menghubungi relawan kami jika membutuhkan sesuatu,” tambahnya.

Enny yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulbar mengatakan, ke depannya PMI bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan bantuan perbaikan rumah, namun pihaknya mengimbau kepada warga yang terdampak untuk jujur saat dilakukan pendataan oleh petugas.

Di sisi lain, ia mengimbau kepada penyintas, meskipun saat ini kondiisinya masih memprihatinkan dan tinggal di tenda pengungsian dengan aktivitas yang terbatas, tetapi pengungsi harus tetap menjaga kebersihan dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan selalu menjaga jarak.

“Jangan sampai selamat dari bencana gempa bumi, tetapi menjadi korban penyebaran Covid-19. Apalagi seperti diketahui, pengungsian merupakan lokasi yang paling sangat rawan terhadap penyebaran virus mematikan ini,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas