Home Ekonomi

Diler di Palu Apresiasi Pembebasan PPnBM Mobil Baru

8
Salah seorang sales counter Suzuki PT Patrako Motor Abadi Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Jakarta, Metrosulawesi.id – Pemerintah akan memberikan insentif berupa relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sektor otomotif mulai Maret 2021 khusus mobil di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4×2.

Hal ini merupakan bagian dari Perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Diler mobil di Kota Palu mengapresiasi kebijakan pembebasan PPnBM yang akan berlaku mulai Maret 21 tersebut.

Sales Manager Suzuki PT Patraco Motor Abadi Palu, Muhammad Wahyudianto mengatakan program tersebut dinilai sangat membantu 75% produk rakitan dalam negeri untuk mendorong kembali peningkatan penjualan khususnya di sektor otomotif.

“Inikan hanya berlaku untuk kendaraan yang bukan impor, kalau di kami sendiri itu ada tipe Suzuki Ertiga dan XL7. Tentunya harapan dari pemerintah seperti itu menggeliatkan pasar otomotif dengan pemberian salah satunya adalah potongan pajak,” ujarnya usai dihubungi Metrosulawesi melalui Gawai, Ahad 14 Januari 2021.

Secara nasional, menurut Wahyu, tepatnya beberapa bulan ke depan di masa pandemi covid 19 bisa sedikit menunjukkan angka positif sktor otomotif. Namun, ia mengatakan bahwa sangat kecil kemungkinan bisa menaikkan penjualan produk Suzuki.

“Tapi efeknya positif ke bisnis penjualan otomotif cukup panjang dan bisa saja pengaruh baik ke downpaymen (Dp) serta diskon hingga brand. Kalau hitungan presentasi kami belum dapat pastikan berapa jumlahnya karena ini program kebijakan yang baru dari pemerintah,” ujar Wahyu.

Lain halnya yang disampaikan Supervisior PT Hadji Kalla Toyota Cabang Martadinata Palu, Muhamad Asri. Ia mengatakan pihaknya tetap mengacu pada manejemen kantor pusat di Makassar terkait dengan relaksasi pajak tersebut.

“Dan itu masih sabatas isu kita terima informasinya, belum ada tanggapan secara resmi dari head office kita mengenai hal itu. Kalau penjualan yang pasti akan bergairah dari segi pembelian kendaraan,” katanya.

Pemberian relaksasi PPnBM akan dilakukan secara bertahap dengan skenario PPnBM 0% atau tidak dibebankan PPnBM (Maret-Mei), PPnBM 50% (Juni-Agustus), dan 25% (September-November) dari tarif normal. Dengan begitu ditargetkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit.

Adanya relaksasi PPnBM, estimasi terhadap penambahan output industri otomotif diprediksi akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp 1,62 triliun,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi yang dikutip Ahad 14 Februari 2021.

Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya. Airlangga menambahkan dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif dinilai memiliki keterkaitan dengan industri lainnya (industri pendukung). Contohnya industri bahan baku yang berkontribusi sekitar 59% dalam industri otomotif.

“Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi PDB sebesar Rp 700 triliun,” ujar Airlangga.

Industri otomotif juga merupakan industri padat karya. Saat ini, lebih dari 1,5 juta orang bekerja di industri otomotif yang terdiri dari lima sektor, yaitu pelaku industri tier II dan tier III (terdiri dari 1.000 perusahaan dengan 210.000 pekerja), pelaku industri tier I (terdiri dari 550 perusahaan dengan 220.000 pekerja), perakitan (22 perusahaan dan dengan 75.000 pekerja), dealer dan bengkel resmi (14.000 perusahaan dengan 400.000 pekerja), serta dealer dan bengkel tidak resmi (42.000 perusahaan dengan 595.000 pekerja).

Adanya relaksasi PPnBM juga diharapkan mampu mempercepat laju pemulihan ekonomi. Sebab, kontribusi industri manufaktur ke produk domestik bruto (PDB) cukup besar yaitu sekitar 19,88%.

Dongkrak Penjualan

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto menyambut baik keputusan pemerintah tersebut. Pasalnya, kebijakan diskon PPnBM untuk mobil baru itu sudah ditunggu-tunggu sejak tahun lalu.

“Kita menyambut baik mengenai relaksasi PPnBM ini,” kata Jongkie, seperti dikutip dari laman detik.com, Ahad 14 Februari 2021.

Jongkie berharap adanya diskon PPnBM ini dapat meningkatkan penjualan dan produksi terhadap mobil baru. Dia memproyeksikan kebijakan ini akan membuat penjualan mobil meningkat selama 2021 berjumlah 750.000 unit.

“Kami berharap agar pembelian mobil bisa meningkat dan produksi mobil + komponennya bisa kembali normal secepatnya. Proyeksi penjualan tahun 2021 adalah 750.000 unit,” ucapnya.

Dia juga berharap agar agen pemegang merek (APM) atau distributor mobil baru dapat segera mengumumkan harga-harga mobilnya setelah diterapkan diskon PPnBM. Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa segera membeli atau memesan mobil tersebut.

“Diharapkan agar para APM dapat segera umumkan harga-harga mobilnya dan masyarakat dapat mulai membeli atau memesan mobil-mobil tersebut,” imbuhnya. (fik/dtf)

Ayo tulis komentar cerdas