Home Palu

PTSP Kemenag Tetap Buka di Masa Pandemi

12
Ratna Muthmainnah. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Layanan Tanpa Biaya

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Subbag Umum dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng, Ratna Mutmainnah mengatakan, untuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) baik di masa pandemi Covid-19 maupun sebelum masa pandemi tidak ada perbedaan.

“Hanya saja di masa pandemi ini kunjungan tamu secara tatap muka lebih berkurang, karena sebagian sudah beralih melalui pelayanan online. Tetapi secara umum pelayanan kita upayakan tetap maksimal, meskipun sebagian pegawai kita secara internal WFH dan WFO, namun yang pasti untuk PTSP kita tetap buka dalam lima hari kerja setiap minggunya,” kata Ratna, di ruang kerjanya, Rabu, 10 Februari 2021.  

Menurut Ratna, PTSP ini merupakan tempat layanan utama sebab surat masuk dan keluar semua harus dari tempat layanan tersebut. Bahkan untuk pelayanan cepat itu harus dilayani, sehingga secara umum pelayanan di Kanwil Kemenag Sulteng seperti pada umumnya, hanya saja lebih menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kursi antrian pengunjung juga sudah diatur jaraknya, bahkan petugas pelayanan kita lengkapi dengan alat pelindung diri seperti masker, face shield, serta hand sanitizer dan alat pelindung lainnya,” ujarnya.

Ratna mengatakan, untuk kualitas layanan di PTSP, pihaknya sementara menyusun draft untuk meningkatkan jumlah layanan cepat yang bisa diberikan kepada masyarakat.

“Karena di PTSP itu ada namanya layanan standar dan cepat, utamanya dalam kepengurusan perizinan. Olehnya itu untuk tahun ini kita akan tingkatkan jumlah layanannya. Namun itu masih dalam draft, sebab kita akan sepakati juga dengan semua bidang, karena untuk teknisnya tetap kembalinya ke masing-masing bidang,” jelasnya.

Yang jelas kata Ratna, di masa pandemi ini layanan tetap jalan, bahkan layanan online lebih ditingkatkan.

“Jadi semua tinggal komunikasi saja, bahkan kami telah menyiapkan kontak person agar masyarakat tidak bolak balik mengurus keperluannya di kantor Kanwil Kemenag,” ungkapnya.

Ratna menegaskan, kepengurusan di PTSP itu tetap menerapkan prinsip tanpa biaya, tidak ada pungutan sama sekali dalam layanan.

“Untuk PTSP di Kemenag kabupaten/kota secara umum sudah seluruhnya memilikinya, bahkan beberapa madrasah negeri juga sudah dianjurkan untuk membuat PTSP, sehingga saat ini sejumlah madrasah telah memiliki layanan tersebut. Saking banyaknya madrasah dan KUA di Sulteng, sehingga hanya sebagian saja yang diresmikan secara seremonial oleh Kakanwil Kemenag Sulteng,” ujarnya.

Hanya beberapa sampel saja yang diresmikan oleh Kakanwil langsung, kata Ratna, selebihnya disilahkan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas