Home Palu

Kapolda Sulteng Pimpin Apel Kesiapan Tenaga Tracer dan Vaksinator Covid-19

20
APEL KESIAPAN - Kapolda Sulteng, Irjen Pol Drs. Abdul Rahman Baso,SH, memimpin apel kesiapan bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan (nakes) sebagai tracer dan vaksinator Covid-19 di halaman Mapolda Sulteng, Kamis (11/2/2021). (Foto: Ist/ Dok. Humas Polda Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Korem 132/Tadulako menggelar apel kesiapan tenaga Vaksinator dan Tracer Covid-19 serentak. Di halaman Mapolda Sulteng,  Kamis  11 Pebruari 2021.

Kapolda Sulteng,  Irjen Pol Drs.Abdul Rahman Baso,SH, dalam sambutannya Sulteng mengatakan apel yang dilaksanakan pada hari ini, menjadi bukti komitmen TNI-Polri dalam mendukung program pemerintah dalam melaksanakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Indonesia.

Dikatakan Rahman Baso, pelaksanaan apel kesiapan tenaga vaksinator dan tracer covid-19 ini merupakan rangkaian kegiatan tindak-lanjut instruksi Presiden Jokowi untuk mempercepat penanganan penyebaran Covid-19 yang sudah menjadi bencana nasional.

‘’Personel Bhabinkamtibmas Polda Sulteng merupakan ujung tombak Polri di tengah masyarakat bisa menjadi agen pencegahan, pendeteksian dan penanggulangan terhadap Covid-19 di desa, kelurahan, RW dan RT,’’ kata Kapolda Sulteng.

Selain itu, lanjut Kapolda, Polda Sulteng telah menyiapkan tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda  Sulteng dan Rumah Sakit Bhayangkara Palu sebagai tenaga vaksinator untuk mendukung program Vaksinasi Nasional yang telah dicanangkan bapak Presiden Jokowi.

Secara terpisah Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto,SIK mengatakan total sebanyak 585 personil gabungan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas serta tenaga kesehatan dari biddokkes dan rumah sakit bhayangkara.

Namun sebelum para personel bhabinkamtibmas ini diterjunkan di wilayah kerjanya masing-masing, mereka akan diberi pelatihan menjadi tenaga Tracer Covid-19.

‘’Mereka akan diberikan “SOP” sesuai apa yang dilaksanakan di daerah masing- masing dan perkembangan yang ada  di wilayah setempat. Tentunya akan berbeda petugas yang ada di zona hijau, zona kuning, zona orange dan zona merah,’’ ujar Didik. (*/edy)

Ayo tulis komentar cerdas