Home Palu

18 Penumpang Bandara Mutiara Palu Tertipu Suket Kesehatan Covid-19 Palsu

12
BERI KETERANGAN - Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Ubaedillah saat beri keterangan terkait suket kesehatan Covid-19. (Foto: Metrosulawesi/ Faiz)

Palu, Metrosulawesi.id Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III Palu menemukan dokumen surat keterangan (suket) keberangkatan bermasalah di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis 11 Pebruari 2021.

Dokumen yang diduga imitasi itu dibenarkan oleh Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri, Ubaedillah.

“Jadi memang tadi pagi ada calon penumpang yang kita dapat laporan dari KKP bahwa ditemukan dokumen kesehatannya diindikasi palsu,” ujarnya kepada jurnalis.

Sebanyak 18 orang calon penumpang dari maskapai Batik Air dari Palu tujuan Jakarta dirugikan imbas suket imitasi tersebut.

Dikatakan Ubaedillah,  ke-18 calon penumpang tersebut dijadwalkan berangkat sekitar pukul 07.00 waktu setempat namun dibatalkan pihak bandara.

“Karena dokumen kesehatannya palsu sehingga dilakukan pencegahan terhadap calon penumpang itu kemudian diserahkan ke pihak kepolisian,” ungkap Ubaedillah di lobi keberangkatan Bandara Mutiara Sis Aljufri.

Dia menuturkan, belasan calon penumpang itu merupakan para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Terkait status suket kesehatan itu, pihak pengelola bandara menyesuaikan dari hasil keputusan KKP kelas III Palu.

“Yang jelas kami mendapat laporan itu dari KKP yang selama ini bertugas dan miliki tanggung jawab memvalidasi dokumen itu,” ucapnya.

Ubaedillah juga tak menyebutkan jumlah dan inisial pelaku imitasi dokumen tersebut. Yang mana lembaran itu jadi syarat utama izin bepergian ke luar daerah di masa pandemik COVID-19.

Sementara petugas KKP kelas III Palu, dr. Lisda menerangkan, pihaknya ketika memvalidasi seluruh dokumen tersebut ditemukan bermasalah.

“Proses validasi itu kan menyatakan mengesahkan dokumen (kesehatan) benar-benar asli atau palsu. Nah ketika kami memvalidasi dokumen 18 calon penumpang itu semuanya palsu,” jelas Lisda.

Bahkan beredar informasi menyebutkan, salah satu klinik di Kota Palu yakni Klinik Agung disebut sebagai pihak yang mengeluarkan dokumen kesehatan calon penumpang.

Namun hal itu dibantah dr. Lisda usai memvalidasi lembaran itu, “kami biasanya melihat dari (sumber) kliniknya dulu, yang bersangkutan terdaftar atau tidak. Nah untuk kasus yang 18 orang tadi tidak terdaftar di Klinik Agung,” pungkasnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, KKP kelas III Palu menemukan sebagian suket kesehatan berstatus palsu dan sebagian telah kadaluarsa dari total 18 suket tersebut.

“Kasus dokumen bermasalah begini bukan baru kali pertama, sudah beberapa kali,” tandasnya. (*)

Reporter: Faiz

Ayo tulis komentar cerdas