Home Ekonomi

Saatnya Milenial Melirik Operator Ekskavator

32
MENYENANGI EKSKAVATOR - Devita Wati (22) gadis manis asal Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten menggeluti pekerjaannya sebagai operator alat berat jenis ekskavator. (Foto: detik.com)
  • Hadir di Palu, Exa Institute Ciptakan Operator Berlisensi

Palu, Metrosulawesi.id – Ini kesempatan bagi pengusaha, khususnya mereka yang banyak berhubungan dengan alat berat. Di Kota Palu telah hadir Exa Institute, sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan keterampilan mengoperasikan alat berat.

“Kami hadir di Palu untuk memberikan kesempatan kepada anak muda atau mereka yang berminat memiliki keterampilan mengoperasikan alat berat secara profesional,” kata Founder Exa Institute, Anggun Permatasari SE kepada Metrosulawesi, Selasa 9 Februari 2021.

Anggun mengatakan, perlunya generasi muda atau calon pekerja dibekali keterampilan agar tidak mengalami kesulitan memasuki dunia kerja.

“Kami dari Exa Institute menyiapkan sumber daya yang tangguh menghadapi era 4.0. Salah satunya dengan menyiapkan sumberdaya di bidang alat berat ini yang jarang dilirik oleh milenial. Saya kira saatnya milenial melirik pekerjaan ini,” kata Anggun.

Di tengah persaingan teknologi saat ini kata Anggun, saatnya putra daerah memiliki peluang yang sama dengan tenaga kerja dari luar.

“Kehadiran Exa Institute ini memberikan kesempatan kepada anak muda di Sulawesi Tengah untuk menjadi sumber daya yang handal,” katanya.

Menjadi operator alat berat menurut Anggun, tidaklah semudah seperti apa yang dibayangkan. Ada banyak operator kata Anggun, yang bisa mengoperasikan alat berat, tetapi tidak memiliki SIO (surat izin operator). SIO merupakan sejenis sertifikat yang diberikan untuk seeorang yang layak mengoperasikan alat berat.

“Ini karena kebiasaan selama ini, belajar otodidak, bekerja, baru kemudian mengurus SIO. Padahal yang benar itu, belajar dulu untuk mendapatkan SIO baru bisa bekerja. Sama seperti dokter. Untuk bisa bekerja sebagai dokter harus belajar dulu, baru kemudian bisa mendapatkan semacam surat izin bisa praktik. Nah kami hadir untuk menciptakan operator ekskavator berlisensi,” kata Anggun.

Seorang tenaga kerja kata Anggun, bisa saja memiliki SIO dari berbagai jenis alat berat. Tenaga kerja yang memiliki beberapa SIO katanya, justru sangat menguntungkan pengusaha yang mempekerjakannya.

Founder Exa Institute, Anggun Permatasari. (Foto: Dok)

Anggun mengatakan, sertifikat yang mereka keluarkan adalah sertifikat yang berasal dari Kementerian Tenaga Kerja.

“Jadi asli dari Kemenaker,” katanya.

Lamanya pendidikan atau pelatihan tergantung peserta pelatihannya. Bagi peserta didik yang sama sekali berangkat dari nol, maka lama pendidikannya akan berlangsung selama empat bulan. Berbeda jika peserta didiknya sudah tahu mengoperasikan alat berat, waktu yang dibutuhkan paling singkat.

Menjadi operator alat berat kata Anggun, termasuk salah satu bidang pekerjaan yang jarang diminati oleh milenial. Padahal bidang ini, adalah satu bidang yang tidak akan terpengaruh dengan hadirnya era 4.0 hingga puluhan tahun kedepan.

Exa Institute Palu katanya, adalah lembaga pendidikan yang akan jembatani mereka yang berminat bergabung di bidang operator alat berat.

“Kami siap menyalurkan sumber daya ke dunia industri alat berat,” kata wanita berjilbab yang pernah menjadi Pramugari di maskapai Garuda Indonesia itu.

Selain menciptakan operator ekskavator, Exa Institute juga memberikan pelatihan untuk operator alat berat lainnya, seperti : operator crane, gondola dan lainnya.

“Cuma kan di Palu ini yang banyak digunakan itu ekskavator, maka kami membuka pelatihan untuk operator ekskavator. Tapi kalau di Surabaya, kami membuka pelatihan untuk operator forklift karena di sana banyak gudang,” kata Anggun.

Ery Suhaery yang ikut mendampingi Anggun mengatakan, Exa Institute sebelumnya sudah berjalan di Kediri, Jawa Timur.

“Dan untuk memberikan peluang bagi anak muda di Sulawesi Tengah, pihaknya membuka cabang di Kota Palu,” kata Ery.

Kehadiran Exa Institute tersebut direspon positif oleh seorang pengusaha kontraktor, Theo Kristian Seleng. Kepada Metrosulawesi dia mengaku senang karena bisa membantu meningkatkan sumberdaya karyawannya.

“Oh bagus ini. Saya akan memasukkan bagian mekanik ekskavator saya untuk ikut pelatiha operator,” katanya.

Selama ini kata Theo, pihaknya memang kesulitan untuk mendapatkan tenaga yang benar-benar terampil mengoperasikan alat berat. Namun, dia optimistis kehadiran Exa Institute itu bisa memberikan solusinya.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas