Home Hukum & Kriminal

Jadi Tersangka, Waket II DPRD Parimo Ditahan

31
RESMI DITAHAN - Para tersangka kasus dugaan korupsi aset daerah di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah saat digiring ke mobil tahanan, Rabu (10/2/2021) sore. (Foto: Ist/ Dok. Kejari Parimo)
  • Turut Ditahan, Mantan Kepala DPK Parimo dan Bendahara Koperasi TBK

Parimo, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, resmi menahan Wakil Ketua (Waket) II DPRD Parimo, dari Fraksi PDIP Perjuangan  Sugeng Salilama (SS), S.Sos, Rabu 10 Pebruari 2021 sore. Tersangka ditahan terkait kasus korupsi aset di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Parimo tahun 2012 silam.

Selain tersangka SS, Kejari Parimo juga menahan dua tersangka lainnya, yakni Hamka Lagala (HL) mantan Kepala DPK Parimo, dan MT, bendahara Koperasi  Tasi Buke Katuvu (TBK).

“Kejari Parimo melakukan penahanan terhadap tiga orang  tersangka yakni SS, HL dan MT,” kata Kejati Parimo Muhammad Fahrorozi kepada sejumlah wartawan usai melakukan penhahan terhadap tersangka di halaman Kantor Kejari Parimo, Rabu sore.

Ketiga tersangka, kata Fahrorozi,  ditahan setelah menjalani pemeriksaannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi aset daerah di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parimo.   

“Tersangka ditahan selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 10 Pebruari 2021, dan menjalani masa tahanannya di Rutan Olaya,’’ ujar Fahrorozi.

Kejari Parimo, Muhammad Fahrorozi, usai memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, di halaman Kantor Kejari Parimo, Rabu (10/2/2021) sore. (Foto: Ist/ Dok. Kejari Parimo)

Dijelaskannya, ketiganya  dikenai pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 subsider pasal 3 Jo pasal 18 UU no 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo  pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Pantauan Metrosulawsi.id di Kantor Kejari Parimo, sebelum resmi ditahan, ketiga tersangka menjalani pemeriksaan tim penyidik Kejari Parimo, sekitar pukul 09.00 WITA. Para tersangka saatmenjalani periksaan didampingi kuasa hukumnya.

Tepat pukul 16.30 WITA, ketigas tersanga SS, HL dan MT, langsung dikenakan ‘rompi  orange’ dan digiring menuju mobil tahanan, selanjutnya menuju Rutan Olaya.

Sekadar diketahui, SS jadi tersangka merupakan Ketua Koperasi TBK, dan saat ini menjabat Waket II di DPRD Parimo. tersangka HL merupakan mantan Kepala DKP dan juga mantan  Kominfo Parimo. Sedangka MT merupakan bendahara Koperasi TBK.

Akibat perbuatan ketiga tersangka dalam kasus korupsi aset daerah di DKP Parimo, negara dirugikan sekitar Rp.2,1 miliar. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas