Home Donggala

DPRD Donggala Bentuk Pansus Usut Proyek TTG

KONFERENSI PERS - Sekda Donggala Rustam Efendi, Kepala Inspektorat Donggala DB Lubis, Kadis DPMD Abraham Talud, dan Direktur CV Mardiana saat menggelar konfrensi pers terkait program TTG (teknologi tepat guna), Jumat 5 Februari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Tujuh fraksi di DPRD Donggala bersepakat membentuk Pansus (Panitia Khusus) untuk mengusut masalah proyek TTG (teknologi tepat guna). Proyek yang menyasar desa-desa di Donggala dengan anggaran besar yang ini dianggap bermasalah.

Informasi yang dihimpun, ada desa tidak bisa memfungsikan website yang diadakan melalui proyek tersebut karena tidak memiliki listrik. Ada pula desa yang belum menerima barang. Proyek yang dilaksanakan oleh CV Mardiana ini bahkan telah dilaporkan ke Kejaksaan.

Pantauan Metrosulawesi di DPRD Donggala, Pansus TTG disepakati fraksi-fraksi setelah melewati perdebatan panjang dalam rapat pada Senin 8 Februari 2021. Meskipun awalnya, beberapa fraksi menolak karena dinilai tak ada gunanya.

“DPRD mau warna apa tergantung tiga pimpinan yang di depan. Sudah tidak ada lagi OPD takut dengan Pansus, wartawan jangan cuma foto-foto saja, beritakan ini, terbitkan halaman depan,” kata Safiah, Fraksi Gabungan Satu Nurani.

Hal senada dikatakan anggota Fraksi PDI-Perjuangan, Saifullah Lamboka. Menurutnya, pansus dinilainya tak bertaji berdasarkan pengalaman sebelumnya.

“Lembaga DPRD tergantung pimpinan mengambil kesimpulan, mau dibawa ke jurang pun kami siap ikut, apalagi sudah dua bulan kita tidak gajian, DPRD jangan takut,” sebut Ketua Badan Kehormatan DPRD Donggala ini.

Jual beli argumen pun tak terhindarkan, pengalaman “dipermainkan” dan sikap ragu kurang percaya sesama anggota DPRD menjadi puncak kekesalan yang tidak memiliki ujung pangkal.

“Pansus sudah pasti dilakukan, untuk memudahkan pansus kita cukupkan mengundang lagi pihak terkait sebanyak tiga kali,” tutup Wakil Ketua I DPRD Donggala, Sahlan.

Sebelumnya, Direktur CV Mardiana, Mardiana pada konferensi pers menegaskan program TTG sudah sesuai dengan prosedur. Mardiana mengakui bahwa alat TTG berupa website juga diperuntukkan kepada desa yang tidak memiliki listrik. Namun, menurut Mardiana, setiap desa yang tidak punya listrik akan ia biayai dengan membelikan genset. Soal pengambilan sejumlah uang dari kades, tetapi barangnya belum ada, menurutnya barang tetap ada dan akan segera didistribusikan.

“Memang benar dalam RAB tidak ada pembelian genset, tetapi itu murni sumbanagan saya untuk desa agar pengoperasian website bisa dilakukan. Kalau uang yang sudah saya ambil, barangnya pasti akan saya kirim segera itu di wilayah Kecamatan Pinembani karena alasan medan saja sehingga lambat barang,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas