Home Parigi Moutong

Vaksinasi di Parimo Tertutup Bagi Jurnalis

12
DIGELAR TERTUTUP - Sejumlah tenaga vaksinator siap memberikan pelayanan pada seremoni vaksinasi Covid-19 yang digelar Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Senin 9 Februari 2021. Wartawan yang meliput kegiatan ini protes karena digelar secara tertutup. (Foto: Humas)

Parimo, Metrosulawesi.id – Pelaksanaan kegiatan seremoni vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong pada Senin 8 Februari 2021 terkesan tertutup.

Pantauan Metrosulawesi, Dinas Kesehatan selaku panitia kegiatan, hanya memberikan ruang kepada petugas atau vaksinator di area itu.

Dan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut instansi teknis dinas terkait hanya memberi akses kepada tim dokumentasi internal yang menggunakan tanda pengenal khusus, yakni fotografer dan videografer, di luar dari jurnalis.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, harusnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tidak boleh ada pembatasan terhadap jurnalis.

“Saya berharap kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Parimo, agar jangan membatasi ruang bagi media massa menyebarluaskan informasi imunisasi Covid-19. Sebab, kegiatan seperti ini wajib untuk dipublikasikan, agar rakyat tahu bahwa pemerintah daerah telah melakukan imunisasi Covid-19,” ungkap Sayutin selaku ketua DPRD Parimo, saat menghadirinya kegiatan vaksinasi Covid-19, di kantor Bupati Parimo Senin 8 Februari 2021.

Lanjut dia, bahwa tugas media massa sangat penting dan dapat membantu Pemerintah Daerah untuk menyebarluaskan informasi terlebih tentang pemberitaan penanganan Covid-19.

“Untuk itu, saya meminta kepada panitia kegiatan ini dalam hal ini Dinas Kesehatan Parimo agar pada saat kegiatan tahap kedua, untuk memberikan ruang pada media massa dalam menyebarkan informasi,” tuturnya.

Sementara itu, Wulandari Marasobu selaku Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parimo mengatakan, bahwa pihaknya tidak menghalangi tugas jurnalis.

“Kami tidak menghalangi tugas teman teman jurnalis, hanya saja kami membatasi aktivitas di area kegiatan,” katanya.

Reporter: Zulfikar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas