Home Hukum & Kriminal

Tuntutan JPU Dinilai Keliru

22
DIAMANKAN - Pelaku yang kembali diamankan kepolisian saat mengangkut material hasil tambang ilegal dongi-dongi, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • Isi Pledoi Terdakwa Kasus Tambang Ilegal Dongidongi

Palu, Metrosulawesi.id – Kuasa Hukum terdakwa Adin Ausa, Sulle Ta’bi. SH, dan rekan dalam nota pembelaan (Pledoi) menyebutkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya dalam kasus dugaan melanggar pasal 158 dan pasal 161 Undang-Undang RI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara sangat keliru.

Dimana, dalam nota pembelaan yang dibacakan Setiadi. SH, tuntutan JPU yang menuntut terdakwa melanggar padal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) dan (5) sebagaimana diatur dalam pasal 158 UU-RI no. 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, tidak seusia dengan fakta dilapangan.

Sebab, terdakwa saat itu hanya mengangkut material pasir dan batu-batuan yang diduga mengandung emas dengan memperoleh bayaran sebesar Rp80.000/karung dari pihak penambang, yang melakukan penambangan secara ilegal di hutan lindung Taman Nasional Lore Lindu, Dongi-Dongi, di Kabupaten Poso.

Menurut kuasa hukum terdakwa, dalam persidangan a quo, JPU telah mengajukan tiga orang saksi dan satu ahli. Dimana, dalam persidangan tersebut, ketiga saksi mengatakan bahwa terdakwa hanya mengangkut material pasir dan batu-batuan yang diduga mengandung emas dengan mendapatkan upah sebesar Rp80.000/karung.

“Namun dalam perjalanan dari Dongi-Dongi menuju Kota Palu (Tromol-red), terdakwa dihentikan oleh petugas kepolisian dari Polda Sulteng. Setelah diperiksa, yang dimuat oleh terdakwa dengan menggunakan mobli pickup merk Suzuki Cary warna hitam memang material yang berasal dari Dongi-Dongi, sehingga terdakwa dibawa ke kantor Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkap kuasa hukum terdakwa pada persidangan, Senin 8 Februari 2021 di Pengadilan Negeri/Tipikor/PHI Kelas 1A Palu.

Sementara itu kata Kuasa Hukum terdakwa mengatakan,dalam keterangannya, ahli mengatakan UU No. 4 tahun 2009, sudah tidak berlaku lagi. Untuk itu penyidik seharusnya dalam menyidik perkara pertambangan menggunakan UU baru (UU no. 3 tahun 2020) tentang pertambangan mineral dan batu bara, tetapi pihak penyidik di kepolisian masih menggunakan UU lama yakni UU no. 4 tahun 2009 tentang Minerba.

“Berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan, terdakwa hanya mengangkut material pasir dan batu-batuan namun dalam perjalanan dia dihebtikan oleh anggota polisi yang kemudian dibawa ke Mapolda Sulteng untuk diperiksa yang kemudian di tahan,” terang kuasa hukum terdakwa.

Untuk itu selaku penasehat hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim dalam menjatuhkan putusan kepada terdakwa dengan menyatakan bahwa tuntutan JPU tidak berdasarkan hukum, menyatakan pasal yang didakwakan tidak terbukti , membebaskan terdakwa, memerintahkan agar terdakwa segera di bebaskan dari tahanan JPU.

Sementara itu, JPU Abdullah. SH menyatakan, dalam menanggapi pledoi kuasa hukum terdakwa, pihaknya akan mengajukan Replik (Tanggapan-red).

Sementara itu, di Sigi, Polres Sigi kebali menangkap seorang pria berinisial AH, warga Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Mantikulore Kota Palu. AH ditangkap karena mengangkut hasil pertambangan ilegal yang berasal dari dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu. AH diringkus saat melintas di trans Palu-Napu, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Ahad, 7 Februari 2021. AH diamankan bersama barang bukti 11 karung batu bercampur pasir yang diduga mengandung mineral emas.

“Mobil Avanza yang di kendarai oleh AH ini mengakut 11 karung berisi bebatuan yang diduga mengandung emas, berasal dari tambang ilegal Dongi-Dongi,” ungkap Wakapolres Sigi, Kompol M. Sumangkut saat konferensi pers di Makopolres Sigi, Senin, 8 Februari 2021.

Kompol M. Sumangkut menegaskan, AH dikenakan pasal 90 tentang Undang-Undang Kehutanan untuk pengangkutan tentang pemberantasan hasil hutan termasuk didalamnya UU 161 tahun 2009 tentang pertambangan dan Minerba.

Reporter: Salam Laabu, Ariston Aporrema Sorisi

Ayo tulis komentar cerdas