Home Donggala

Proyek TTG, Dorong ke Kejaksaan atau Bentuk Pansus

28
BATAL - RDP yang dijadwalkan DPRD Donggala batal dilaksanakan karena tidak dihadiri pihak terkait, Senin 8 Februari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Anggota DPRD Donggala Merasa Dipandang Enteng

Donggala, Metrosulawesi.id – Rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan penyalagunaan dana program TTG (teknologi tepat guna) batal dilaksanakan, Senin 8 Februari 2021.

Pembatalan itu dikarenakan pihak terkait Kepala Inspektorat DB Lubis, Kadis BPMD Abraham Talud, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Desa, Camat, tidak menghadiri undangan DPRD.

Amatan Metrsoulawesi, para kades hanya asyik bersanda gurau di pelataran parkir DPRD. Sedangkan anggota DPRD telah berkumpul di ruang sidang utama.

Informasi yang dihimpun, Kepala Inspektorat DB Lubis pagi harinya pamit ke pimpinan DPRD, bahwa dia tidak bisa hadir di RDP dengan alasan RDP waktunya bersamaan dengan pertemuan di kantor Bupati. Tetapi hingga pukul 14.00 Wita, DB Lubis tak muncul. Justru yang hadir Kadis BPMD Abraham Talud. Tapi kehadiran kadis yang irit berbicara ke media ini bukan untuk hadir RDP, melainkan juga meminta izin untuk tidak bisa ikut di RDP dengan alasan mempersiapkan pelatihan TTG website.

“Ini sudah baku pandang enteng namanya, ada mekanisme yang tidak jalan, inspektur datang minta izin tak hadir, alasan waktunya bertepatan, tapi setelah rapat DB Lubis tidak muncul lagi. Kemudian Kadis BPMD ikut-ikutan izin tidak ikut RDP, ada apa ini? Fraksi Nasdem mengusulkan bentuk Pansus, persoalan TTG harus selesai, jika didiamkan nanti DPRD dikatakan ikut bermain,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Donggala, Moh Taufik.

Ketua Fraksi PKB, Taufik Burhan mengatakan lembaga DPRD terbukti tidak ada apa-apanya. Politisi asal Sindue ini jauh hari sudah mempredikasi RDP tidak akan berjalan.

“Hari ini kita dipertontonkan lembaga DPRD tidak ada artinya, dan saya sudah yakin jauh sebelumnya RDP ini akan gagal, kita dorong ke Kejaksaan saja kasus TTG ini,”tegasnya.

Sementara itu Fraksi Golkar Subhi menyetujui saran Fraksi Nasdem membentuk pansus TTG. Sebab menurutnya DPRD telah dilecehkan di persoalan ini.

“Kita semua pintar bicara, tapi kita tak bisa berbuat, bahkan kita dilecehkan hari ini, Fraksi Golkar siap mengutus anggotanya untuk masuk di dalam pansus TTG,” sebutnya.

Hingga pukul 17.00 Wita, anggota DPRD masih melakukan perdebatan apakah akan membentuk pansus atau menyurat kembali untuk menggelar RDP.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas