Home Ekonomi

Di Tengah Pandemi Covid-19, Omset Tetap Moncer

10
Wirda Dg Mapato, pemilik industri rumahan Oishii Donuts Kentang yang beralamat di Jalan Anoa l, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Oishii Donuts Kentang, Oleh-oleh Khas Palu

Di tengah ekonomi yang lesu karena pandemi Covid-19, Oishii Donuts Kentang justru sebaliknya. Usaha yang mulai dibuka pada awal pandemi Covid-19 itu meraup omset lumayan dalam sebulan. Kok bisa? Berikut laporannya.

Laporan: Fikri Alihana

PELUANG bisa datang kapan saja. Begitu kira-kira sikap dan optimisme Wirda Dg Mapato, pemilik industri rumahan Oishii Donuts Kentang yang beralamat di Jalan Anoa l, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan itu.

Wirda tak mau membuang peluang. Karena itu, dia tetap memutuskan untuk membuka usahanya meskipun pandemi Covid-19 masih tetap melanda.

Dan ternyata benar. Oishii Donuts Kentang itu kini telah menjadi salah satu ciri khas oleh-olehnya orang Palu dan bisa sampai menggaet pangsa pasar hingga ke luar daerah.

Wirda menjelaskan produksi sehari biasa tidak menentu dan tergantung pesanan dari pelanggan. Sementara itu, ia mengungkapkan paling banyak bisa menghasilkan 100 sampai 150 dos dengan mampu menghabiskan kentang sekitar 20 kilogram.

“Kita ambil dalam jumlah besar dengan harga kentang Rp750 sampai Rp800 ribu yang ukuran 50 kilogram. Saya beli langsung ke petani kadang biasa ke pengepul. Bisnis kuliner begini sangat menjanjikan bila siapa saja yang membuka usaha ini,” jelasnya kepada Metrosulawesi, Senin 8 Januari 2021.

Ia menyebutkan untuk jumlah varian semuanya ada 64 rasa yang ditawarkan ke pelanggan. Sedangkan, pada sisi harga cukup terjangkau bagi masyarakat yang dikisaran per paket Donuts Kentang 12 picis hanya Rp35 ribu. Begitupun dengan kualitas maupun tekstur dijamin Donuts Kentang sangat enak dan lezat.

“Harga cukup murah dan tidak terlalu mahal bila dibanding yang lain. Sebab kami juga mengingat ekonomi masyarakat turun drastis akibat pandemi covid 19, jadi kami menyesuaikan dengan kondisi saja. Kita gunakan kentang original dan bukan kentang bubuk,” sebutnya.

Harganya yang terbilang murah ternyata mampu menarik minat calon pembeli. Di masa pandemi Covid, omsetnya tetap moncer. Oishii Donuts Kentang itu mampu meraup omset puluhan juta.

Selain melakukan promosi pemasaran secara langsung melalui gerai, pihaknya juga saat ini lebih memanfaatkan adanya berbagai jaringan media sosial online. Menurutnya, dalam berbisnis yang perlu ditanamkan ialah niat dan keberanian. Olehnya, diharapkan khususnya bagi kaum milenial jangan takut gagal membangun suatu usaha.

“Kenapa orang dari luar Palu berani datang ke sini berkompetisi dalam bidang kuliner. Sedangkan, kita orang lokal tidak bisa berbuat untuk membangun daerah. Makanya, mulai sekarang harus tanamkan dipikiran kita itu tetap optimis. Apalagi para milenial banyak yang merambah dunia menjadi pelaku usaha,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan bahwa belajar dari pengalaman yang pahit membuat seseorang akan mengubah konsep dalam kehidupan. Sama halnya profesi ini yang harus fokus dengan prinsip dan tidak perlu berfikir untuk memulainya dari mana.

“Kita tetap yakin saja sehingga semua akan menjadi kunci kesuksesan ke depannya. Soal suatu ide kreatif memang butuh proses, tapi harus perlu belajar dari kenyataan yang seharusnya diwujudkan untuk membuat suatu perubahan,” tuturnya. (**)

Ayo tulis komentar cerdas