Home Palu

Muhammad J Wartabone: Empat Pilar Jadi Perekat Umat

26
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 yang mewakili Provinsi Sulawesi Tengah, Buya sapaan akrabnya Dr.Muhammad J. Wartabone, S. Sos, SH., M.HI saat memberikan pemaparan terkait empat pilar berbangsa dan bernegara. (Foto : Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 yang mewakili Provinsi Sulawesi Tengah, Buya sapaan akrabnya Dr.Muhammad J. Wartabone, S. Sos, SH., M.HI menyampaikan sosialisasi empat pilar harus menjadi perekat bagi umat.

“Saya mengingatkan kepada masyarakat agar selalu menjalankan pilar-pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya dalam kegiatan sosialisasi empat pilar yang bertempat di salah satu cafe di Kota Palu, Minggu 7 Januari 2021.

Dalam pemaparannya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 yang mewakili Provinsi Sulawesi Tengah ini empat prinsip itu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat berkebangsaan dan bernegara.

“Jangan sampai ibu dan bapak mudah terprovokasi dengan isu maupun oknum, yang sengaja maupun tidak sengaja membuat kegaduhan di masyarakat. Kita harus saling menjaga satu sama lain,” paparnya.

Ia mengatakan bahwa banyaknya potensi negtaif dari kemajemukan bangsa mesti dikelola dengan baik agar tak berujung pada konflik dan perpecahan. Begitupun potensi integrasi bangsa juga perlu diperkuat dengan menonjolkan budaya gotong royong, mendorong kerukunan umat beragama, suku, daerah dan partai politik.

“Apabila Pancasila dilaksanakan, maka akan terwujud implementasi UUD 1945 sehingga terbentuk NKRI yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Untuk menghadapi disintegrasi bangsa, keempat pilar seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari hari,” tururnya.

Dalam era sekarang ini, lanjut dia, semuanya masih berjuang melawan pandemi Covid 19. Oleh sebab itu, menurutnya sebaiknya ikut mematuhi anjuran pemerintah dengan memakai masker, mencuci tangan maupun menjaga jarak serta menjaga pola hidup sehat dan bersih perlu dilakukan.

“Hendaknya kita terus amalkan dalam menata setiap aspek kehidupan. Dimulai dari lingkup yang paling dekat misalkan keluarga, tetangga atau komunitas lain yang terdekat dari kehidupan kita, guna mengingatkan bergotong royong dan saling toleransi,” tambahnya.

Acara tersebut juga dirangkaikan pula dengan rapat pelaksanan program kegiatan Pengurus Besar Persaudaraan Indonesia Berzikir (PBPIB) dan Dewan Pimpinan Pusat Wanita Solawat Indonesia (Washotia) yang diketuai oleh Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, SP. MP.

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas