Home Hukum & Kriminal

Hakim, Panitera hingga Honorer Dilengkapi HT

17
KOMPAK SELALU - Ketua PN Palu, Marliyus MS (kanan), bersama beberapa stafnya di depan kantor PN Palu. Beberapa stafnya nampak menggunakan handy talky. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Upaya Pengadilan Negeri Palu Meningkatkan Pelayanan

Sejak dipimpin ketua pengadilan Marliyus MS SH. MH, perubahan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, begitu nampak. Seluru jajaran hakim, panitera, pegawai umum hingga honorer yang bekerja, kini telah dilengkapi dengan Handy Talky (HT). Hal itu dilakukan untuk percepatan akses pelayanan kepada pengunjung pengadilan.

Laporan: SUDIRMAN

SIANG itu, 2 Februari 2021, dua pegawai yang bertugas di meja PTSP pintu samping utara Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, masing-masing lagi dengan kesibukannya. Satu orang bertugas melakukan pengecekan suhu tubuh, bagi pengunjung yang baru datang, satu lagi atas nama Oman SH sedang melayani pengunjung yang melaporkan permintaan pelaksanaan sidang untuk hari itu.

Setelah mencatat nomor perkara sebagaimana permintaan pengunjung, Oman kemudian mengaktifkan Handy Talky (HT) yang telah stanby di tangannya, selanjutnya dia berkomunikasi dengan salah satu Panitera Pengganti.

“Pak, para pihak untuk perkara 86/Pdt.G/2020/PN Pal, telah hadir, mereka siap untuk bersidang,” ujar Oman.

Oman, merupakan pegawai PN Palu, yang setiap harinya selalu bergelut dengan pengunjung yang datang untuk melaksanakan sidang. Sebelum harus bersidang pengunjung harus melaporkan nomor perkara yang akan disidangkan terlebih dahulu untuk dicatat. Selanjutnya Dia melaporkan kepada panitera pengganti termasuk hakimnya secara langsung jika para pihak berperkara telah hadir.

“Sebelum difasilitasi HT, ada telepon internal disiapkan yang terhubung ke setiap ruangan. Namun, perbedaannya sangat terasa sejak ketua memfasilitasi kami dengan HT,” ujarnya.

Ternyata, kata Oman, sewaktu masih menggunakan telepon internal kantor, kadang kendalanya komunikasi dengan panitera pengganti termasuk para hakim tidak tersambung. Biasanya tidak diangkat atau diangkat tetapi hakim atau panitera yang dicari tidak berada di ruangan.

“Beda dengan setelah adanya HT, prosesnya cepat. Komunikasi terhubung terus. Karena semua panitera dan hakim telah difasilitasi HT, sehingga selalu stand by, termasuk rekan rekan lain di PTSP dan yang bertugas dibagian lain,” akunya.

Sementara itu, ketua PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Marliyus MS, SH. MH, menyatakan mulai dari dirinya, wakil ketua, hakim panitera dan pegawai lainnya semua difasilitasi HT. Tidak lain hal itu adalah wujud dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Sehingga dengan begitu, pihaknya bisa lebih memberikan pelayanan tercepat bagi pengunjung masyarakat.

“Jadi semua telah difasilitasi. Biar lagi di kantin begini, kalau memang dibutuhkan sudah akan terpanggil lewat HT ini,” terang ketua Pengadilan Negeri (PN) Palu.

Sebelum dia memimpin PN Palu, penggunaan HT hanya terlihat pada beberapa pejabat saja. Yakni ketua, wakil ketua dan Panitera. Sejak Memimpin, Marliyus benar-benar memanfaatkan alat teknologi tersebut, untuk percepatan pelayanan di PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu.

“Ini tidak lain wujud kita memanfaatkan kecanggihan teknologi. Penggunaan HT ketika telah berada di lingkungan kerja begini sangat bagus. Biasa gunaka applikasi lewat Handpone, namun komunikasi terbangun tidak seefektif menggunakan HT,” tegasnya.

Sebagai ketua, Marliyus memang berkomitmen ingin menciptakan PN Palu tersebut bisa sama seperti pengadilan dengan wajah kelembagaan dan pelayanan terbaik yang ada di beberapa daerah di Pulau Jawa. (**)

Ayo tulis komentar cerdas