Home Hukum & Kriminal

Keluarga Masih Dilarang Jenguk Warbin

22
Gamal Bardi. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu masih melarang keluarga menjenguk warga binaan (warbin). Kepala Lapas Palu, Gamal Bardi, mengungkapkan larangan tersebut akan berlaku sampai Juni mendatang.

“Sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 32 Tahun 2020, aturan itu sampai dengan 30 Juni,” ungkap Gamal, Jumat, 5 Februari 2021.

Diketahui, kunjungan keluarga warbin telah ditiadakan sejak pandemi Covid-19 merebak tahun lalu. Gamal mengatakan keluarga warbin yang mengatarkan makanan atau barang lainnya hanya bisa menitip kepada petugas jaga.

“Sementara ini hanya bisa titip barang, kalau kunjungan badan belum yang bertujuan untuk memutus penyebaran Covid,” ujarnya.

Gamal melanjutkan semua aktivitas di Lapas Palu dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Demikian juga petugas dalam menjalankan kewajiban disebut senantiasa mempedomani pencegahan Covid-19.

Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri, keluarga warbin hanya bisa menitipkan kue lebaran melalui petugas Lapas dan Rutan. Silaturahmi keluarga dengan warbin difasilitasi secara virtual via video call (VC).

Saat itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Lilik Sujandi, menyempatkan diri memantau dan melihat secara langsung proses layanan kunjungan via VC.

“Saya ingin memastikan pelaksanaan kunjungan virtual dalam rangka Hari Raya Idulfiri berjalan lancar,” ujar Lilik.

Lilik meninjau langsung pelaksanaannya sekaligus melakukan komunikasi dengan warbin yang memanfaatkan layanan video call dengan keluarga masing-masing. Kepada Lilik, salah seorang warbin menyampaikan meskipun tidak bisa bertemu secara langsung, namun dengan adanya layanan video call telah mengobati kerinduan dan sekaligus dapat bersilaturahim dalam momen Hari Raya Idulfitri.

Lilik menjelaskan peniadaan kunjungan keluarga demi memutus matarantai penyebaran vurus corona. Dia menambahkan layanan silaturahmi VC yang difasilitasi tanpa pungutan biaya alias gratis.

“Layanan virtual ini gratis, tidak ada bayar-bayar, dapat digunakan untuk para warga binaan,” ucap Lilik.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas