Home Donggala

Disoal, Mesin Kripik Senilai Rp50 Juta

25
MESIN RP50 JUTA - Aparat Desa Mekar Baru Kecamatan Banawa Tengah memperlihatkan mesin pembuatan kripik kepada Metrosulawesi Jumat 5 Februari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Program TTG di Desa Mekar Bau Banawa Tengah

Donggala, Metrosulawesi.id – Program Tepat Guna (TT) di Desa Mekar Baru Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala menjadi sorotan. Pengadaan mesin pembuat kripik yang tampak sederhana itu ternyata bernilai Rp50 juta.

Sekdes Mekar Baru, Muhlis menceritakan kronologi pengadaan mesin pembuat kripik itu. Awalnya katanya, pihaknya ditawari pengadaan website seharga Rp125 juta. Namun, pihaknya menolak karena tak memiliki manfaat buat warga di desa.

“Waktu itu website Rp125 juta kita tolak, tapi kemudian anggaran website turun menjadi Rp50 juta, kemudian dialihkan pengadaan mesin keripik Rp50 juta,” katanya.

Muhlis kemudian menceritakan panjang lebar alur dari program TTG ini. Termasuk awalnya melakukan penolakan di program TTG karena dinilai anggarannya terlalu besar.

Alasan lain kenapa memilih mesin pembuat kripik, untuk lebih mengakomodir kepentingan ibu-ibu PKK, ketimbang memasang website yang di nilainya tak memiliki asas manfaat.

“Kami memilih mesin pengolahan kripik, karena ibu-ibu PKK di desa kami sudah dilatih di Masamba, dan website kami tolak dengan alasan desa kami sudah punya internet,” sebut Sekdes pecahan dari Towale itu.

“Mesin pembuat kripik ini harganya Rp50 juta, dan CV Mardiana (ibu mardiana) langsung ambil uangnya di sini kantor desa,” katanya.

Ditanya apakah ada penekanan dalam program TTG ini, Muhlis sejenak terdiam (sambil menarik nafas) lalu menjawab tidak ada penekanan.

Hanya saja ia pernah melakukan penolakan pada saat melakukan MOU (kerjasama) dengan CV Mardiana.

Untuk diketahui Program TTG ini kuat dugaan “titipan” oknum, karena di program berlabel TTG (teknologi tepat guna) sejatinya harus melalui RPJMDES (rencana kerja pembangunan desa) kemudian masuk dalam struktur RAPBDS (rancangan anggaran pendapatan belanja desa), tetapi kenyataannya tidak seperti itu.

Informasi diperoleh Metrosulawesi program TTG ini telah dilaporkan ke Kejati Sulteng pada tanggal 5 Februari 2020 lalu, dimana isi laporan itu adalah dugaan penyalahgunaan wewenang, serta dugaan tindak pidana korupsi TTG di Kabupaten Donggala.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas